Berita Hulu Sungai Tengah

Razia Pedagang Dilaksanakan Dini Hari, Kepala SOPD Pemkab HST Terpaksa Begadang

Razia dilakukan dengan mengarahkan pedagang langsung masuk pasar agrobisnis modern Barabai sebelum sempat menggelar dagangan di luar.

Razia Pedagang Dilaksanakan Dini Hari, Kepala SOPD Pemkab HST Terpaksa Begadang
Hanani
Suasana di Pasar Agrobisnis Modern yang mulai ramai pedagang dan pengujung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sejak Minggu 25 Nopember 2018 lalu, tim penertiban pasar Pemkab HST melaksanakan razia pedagang yang melanggar lokasi berjualan pada pukul 03.00 dinihari hingga siang.

Razia dilakukan dengan mengarahkan pedagang langsung masuk pasar agrobisnis modern Barabai sebelum sempat menggelar dagangan di luar.

Sepertinya cara ini lebih efektif, terbukti beberapa hari ini semua pedagang berkumpul di pasar modern, baik buah, sayur maupun ikan. “Khusus ikan, mereka mengaku barang dagangan lebih cepat habis dan laku, karena semuanya berjual di area yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Muhammad Yani yang masuk salah satu anggota tim penertiban.

Yani mengaku sudah beberapa kali dinihari dia ikut razia subuh bersama kepala SOPD lainnya, dan harus begadang dan harus bergiliran dengan para kabid.

Baca: Begini Kondisi Dua Mantan Kadishub Banjarbaru Jelang Sidang Perdana Kasus Korupsi Besok Pagi

“Sebelum razia, dilaksanakan apel gabungan, di sekitar pasar. Selanjutnya pihak Dishub dan Satpol PP, TNI/Polri mengarahkan mobil angkutan barang pedagang agar masuk pasar argibisnis,” katanya.

Berdasarkan hasil keputusan rapat, jelas dia Razia penertiban tersebut dilaksanakan selama enam bulan, sampai pedagang benar benar tertib.

Baca: Hasil PSS Sleman vs Kalteng Putra, Skor Babak Pertama 1-0, Selangkah PSS Promosi ke Liga 1

“Pengerahan tim penertiban sejak subuh sampai siang agar jalan akses masuk pasar Hanyar dan Pasar Agrobisnis benae-benar bersih dari pedagang,” kata Sekda HST H Akhmad Tamzil melalui press rilis melalui humas Pemkab HST.

Sementara, untuk imbauan berbelanja di Pasar Agrobisnis, jelas Sekda tak hanya untuk kalangan masyarakat umum. Tapi juga PNS dilarang melakukan transaksi jual beli di pinggir jalan.

“Sebab ASN itu harus memberi contoh kepada masyarakat luas, agar pasar bisa di tata kembali. Dengan begitu kita semua bisa menciptakan kebersihan dan keindahan kota sesuai target yang diharapkan,” ujarnya.

Baca: Tiga Rumah di Desa Banyu Tajun Hilir Amuntai Dilalap Sijago Merah, Penyebab Api Masih Diselidiki

Sementara Asisten Bidang Pemerintahan H Ainur Rafiq, yang juga Koordinator lapangan menjelaskan hampir tiap pukul 03.00 wita, dia dan tim gabungan berupaya menata para pedagang agar menempati area yang sudah ditentukan.

Terutama para pedagang ayam potong dan penjual ikan dalam satu los, yang dulunya pernah mereka menempati lokasi tersebut, dikembalikan ke lokasi mereka semua.
Diakui, sudah ada kemajuan dan kesadaran para pedagang ayam potong dan pedagang ikan yang tak emndapat tempat di pasar agrobisnis, menempati los blok D khusus ayam potong dan ikan.

“Memang masih ada kendala terutama tempat yang disediakan belum sebanding dengan jumlah pedagang yang terus bertambah. Tapi kami berupaya mencarikan solusi dengan menambah tempat disekitarnya,”jelasnya.

Disebutkan, untuk pedagang ayam potong dan ikan yang belum tertampung bisa menempati blok G yang sudah disiapkan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved