Mistis Dunia Seni Peran Banjar

Ternyata Putri Junjung Buih Tidak Bisa Merasuki

Legenda tentang Puteri Junjung Buih adalah tema menarik yang diangkat dalam pentas teater maupun pentas tari.

Ternyata Putri Junjung Buih Tidak Bisa Merasuki
istimewa/ dokumen Risty Setianingsih, Penata Tari Manajemen Seni Pertunjukan
Tari Putri Junjung Buih 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Legenda tentang Puteri Junjung Buih adalah tema menarik yang diangkat dalam pentas teater maupun pentas tari. Namun sebelum pertunjukan tentunya perlu ada tatacara khusus agar berjalan lancar.

Menurut Hikayat Banjar, Puteri Junjung Buih adalah seorang ratu dari Kerajaan Negara Dipa. Puteri ini berasal dari unsur etnis pribumi Kalimantan yang kemunculannya melalui sebuah ritual yang dilakukan Lambung Mangkurat.

Konon, Lambung Mangkurat balampah (bertapa) di tepi suatu sungai untuk mencari petunjuk tentang sosok pemimpin kerajaan. Saat balampah itu muncul wanita dewasa dari dalam buih di sungai itu yang kemudian dibawa ke kerajaan dan diangkat menjadi ratu alias raja puteri.

Ratu ini kemudian menikah dengan Pangeran Suryanata dari Majapahit. Salah seorang anak mereka yaitu Pangeran Aria Dewangga menikah dengan Putri Kabuwaringin, puteri dari Lambung Mangkurat (unsur pendiri negeri).

Baca: Hakim dan Advokat Ditangkap Saat OTT KPK di PN Jakarta Selatan, Uang Dollar Diamankan

Baca: Link Live Streaming TV One & Jadwal PSS Sleman vs Kalteng Putra di Leg 2 Semifinal Liga 2 2018

Baca: Ramai Soal CPNS 2018, Ustadz Abdul Somad Beberkan Hukum Gadaikan SK PNS di Bank demi Kredit

Baca: Djarot Bocorkan Rencana Ahok Pasca Bebas dari Penjara Jelang Pilpres 2019, Ini Sikap Fahri Hamzah

Dari perkawinan tadi menurunkan raja-raja dari Kerajaan Negara Dipa, Kerajaan Negara Daha hingga Kesultanan Banjar dan kabarnya pula Kepangeranan Kotawaringin.

Risty Setianingsih, Penata Tari Manajemen Seni Pertunjukan, punya cerita tak biasa ketika garapan seni tari bertema Putri Junjung Buih.

"Kami sebelumnya observasi, kemudian minta izin dengan keturunannya di Amuntai dan ziarah ke Candi Agung," kisahnya.

Pemain Empu Mandastana, Putri Junjung Buih, Sukmaraga, Patnaraga, Lambung Mangkurat, mendapat arahan dari pihak keturunan bahkan pemeran Putri Junjung Buih dimandikan.

"Pementasan malam pertama lancar. Namun pada malam kedua menegangkan, beberapa menit kemudian penari kesurupan dan mengaku sebagai putri kemudian menangis. Pementasan pun sempat tertunda," jelasnya.

Baca: 6 Orang Diamankan Saat OTT KPK di PN Jakarta Selatan, Agus : Terkait Penganan Perkara Perdata

Baca: Jadwal & Live Streaming Kalteng Putra vs PSS Sleman Leg 2 Semifinal Liga 2 2018 Sore ini

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champion di RCTI Malam Ini Kamis (29/11), Liverpool, PSG, Madrid Main

Sembari pembawa acara menenangkan suasana, di belakang panggung dilakukan terapi pengeluaran jin oleh pihak yang 'menjagakan' pementasan.

"Menurut keturunan Putri Junjung Buih yang ikut menonton pertunjukan. Sebenarnya sang putri hadir saat itu namun tidak bisa merasuki raga manusia. Jadi yang merasuki dan mengaku putri itu adalah jin," ujarnya.

Setelah tarian bisa kembali dimulai, banyak penonton yang terkesima melihat penari yang memerankan Putri Junjung Buih.

"Ternyata menurut keturunan si putri, aura Putri Junjung Buih terlihat sehingga penampilan pun begitu mempesona bahkan pemainya pun begitu cantik," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved