Yayasan Adaro Bangun Negeri

1000 Lubang Biopori untuk Desa Bersih dan Hijau

Program Desa Bersih dan Hijau pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 dengan tujuan untuk menimbulkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan ke

1000 Lubang Biopori untuk Desa Bersih dan Hijau
HO/YABN
Program pembuatan kompos dengan memanfaatkan lubang biopori hasil kerjasama Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) bersama masyarakat dan kader program Desa Bersih dan Hijau di sejumlah desa di Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pelestarian terhadap lingkungan tidak hanya memberi dampak positif terhadap alam namun juga memberi kontribusi secara signifikan terhadap tingkat kesehatan masyarakat.

Program pembuatan kompos dengan memanfaatkan lubang biopori hasil kerjasama Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) bersama masyarakat dan kader program Desa Bersih dan Hijau sukses dilaksanakan di 5 desa pelaksana program yakni Desa Kuranji, Desa Kambitin Raya, Desa Warukin, Desa Jangkung dan Komplek Maluyung.

Program Desa Bersih dan Hijau pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 dengan tujuan untuk menimbulkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat secara langsung, terutama dalam hal pengelolaan sampah.

Program lubang biopori hasil kerjasama Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) bersama masyarakat dan kader program Desa Bersih dan Hijau
Program lubang biopori hasil kerjasama Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) bersama masyarakat dan kader program Desa Bersih dan Hijau (HO/YABN)

“Kecamatan Tanjung dan Murung Pudak menjadi dua kawasan perkotaan, yang paling padat hingga 35% penduduk Tabalong berdomisili di daerah ini, tentunya volume sampah yang dihasilkan oleh daerah ini cukup besar, namun hanya hanya sebagiannya saja yang dapat terangkut ke tempat penampungan akhir, sehingga diperlukan langkah tepat agar sampah yang tidak terangkut dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat," ungkap Aidah Fitriah, Staf Bidang Lingkungan YABN.

YABN bekerjasama dengan sejumlah instansi dan kader Desa Bersih dan Hijau kemudian menjalankan program pembuatan llubang biopori sebagai upaya mengurangi pencemaran sampah dilingkungan dan memanfaatkannya sebagai kompos serta dimanfaatkan sebagai lubang resapan air.

Program lubang biopori hasil kerjasama YABN
Program lubang biopori hasil kerjasama YABN (HO/YABN)

“Ratusan warga gotong royong untuk membuat 1000 lubang biopori di masing-masing wilayah di 5 desa. Dengan adanya lubang biopori secara tidak langsung mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA, karena sampah-sampah organik dapat ditanam dilubang tersebut sehingga tidak menumpuk dimana dapat menimbulkan polusi udara dan sumber penyakit,"tambanhya.

Dijelaskan pula bahwa masyarakat banyak memanfaatkan hasil kompos dari lubang biopori sebagai pupuk alami penyubur tanaman dan secara tidak langsung masyarakat terbiasa melakukan pengolahan sampah dengan baik yakni dengan memilah sampah organik dan memisahkannya dengan sampah jenis lain.

“Dengan demikian kegiatan ini dapat membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah pada proses pemilahan di tingkat rumah tangga sehingga mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. Setelah sebelumnya dilakukan penanaman 1000 pohon di sejumlah desa sasaran diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya di wilayah kab. Tabalong akan pentingnya pengelolaan sampah organik guna menjaga kelestarian lingkungan hidup,"tutupnya. (*/Aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved