Pilpres 2019

5 Fakta Reuni Akbar PA 212 Jelang Pilpres 2019, Sikap MUI Jabar dan Ketidakpastian Sandiaga Uno

5 Fakta Reuni Akbar PA 212 Jelang Pilpres 2019, Sikap MUI Jabar dan Ketidakpastian Sandiaga Uno

5 Fakta Reuni Akbar PA 212 Jelang Pilpres 2019, Sikap MUI Jabar dan Ketidakpastian Sandiaga Uno
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Peserta reuni 212 di Monas, Sabtu (2/12/2017) 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menilai, kegiatan reuni 212 sudah melenceng ke arah politik.

"Dari hasil pengamatan kami, kegiatan reuni 212 itu sudah tidak murni lagi sebagai kegiatan keagamaan. Kegiatannya sudah melenceng ke arah politik," kata Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Syafei di kantornya, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (28/11/2018).

Baca: Ceramah Habib Bahar Bin Smith Viral, Berujung Pelaporan ke Polisi Jelang Pilpres 2019, Hina Jokowi?

Baca: Reuni Akbar Persaudaraan Alumni 212 Dipastikan Bersih dari Atribut Pilpres 2019, Ini Ancaman Panitia

Baca: Jelang Reuni PA 212, Panitia Undang Presiden Jokowi, Jusuf Kalla dan Capres-Cawapres di Pilpres 2019

Rachmat menjelaskan, awalnya kegiatan 212 muncul dari peristiwa kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta pada waktu itu.

Saat itu, MUI pun sudah mengeluarkan pendapat dan sikap keagamaan sebagai perwakilan ulama.

Ahok pun sudah dinyatakan bersalah bahkan kini masih menjalani hukuman pidana. Artinya, kasus tersebut sebenarnya sudah dinyatakan selesai.

Belasan aktivis eks gerakan 212 mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin. Mereka membentuk kelompok relawan dengan nama Eks 212 kawal KH Maruf Amin. Deklarasi dilakukan di posko pemenangan Jokowi-Maruf Amin, di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).(KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Belasan aktivis eks gerakan 212 mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin. Mereka membentuk kelompok relawan dengan nama Eks 212 kawal KH Maruf Amin. Deklarasi dilakukan di posko pemenangan Jokowi-Maruf Amin, di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).(KOMPAS.com/Ihsanuddin) (kompas.com/Ihsanuddin)

3. MUI Jabar imbau warganya tidak ikut kegiatan tersebut

MUI Jawa Barat mengimbau agar masyarakat Jawa Barat tidak terprovokasi dengan kegiatan yang tidak jelas asal usulnya.

Sebagai daerah yang memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia, masyarakat Jawa Barat lebih baik melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti melaksanakan pengajian di masjid-masjid, istigasah, atau zikir bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia.

"Ini semua kan demi NKRI. Di samping usaha, doa juga tetap harus dilakukan. Minta agar bangsa ini diselamatkan dan dijauhkan dari sifat kegaduhan, kerusuhan dan lain sebagainya," katanya.

Baca: Nama Anggota Exco PSSI Ini Juga Disebut Terlibat Pengaturan Skor Liga 2 2018, Sama Vigit Waluyo?

Lebih lanjut, Rachmat pun meminta kepada masyarakat untuk tidak membungkus kegiatan politik dengan isu-isu keagamaan menjelang Pilpres 2019.

Halaman
123
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved