Berita HST

Belum Terima Data Hasil Seleksi CPNS 2018, BKD HST Belum Ketahui Peserta yang Masuk Rangking

Rapat rekonsiliasi data hasil tes SKD CPNS 2018, telah dilakukan 24-25 Oktober 2018 lalu di Jakarta bersama BKD masing-masing daerah.

Belum Terima Data Hasil Seleksi CPNS 2018, BKD HST Belum Ketahui Peserta yang Masuk Rangking
Hanani
Warga HST mencermati isi papan pengumuman tentang formasi CPNS HST 2018, di depan Kantor BKD HST, Rabu (19/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CP.ID, BARABAI -  Rapat rekonsiliasi data hasil tes SKD CPNS 2018, telah dilakukan 24-25 Oktober 2018 lalu di Jakarta bersama Badan  Kepegawaian Negara dan pejabat dan admin masing-masing daerah. 

Kegiatan tersebut juga diikuti Kepala Bidang Data, Pengadaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), BKD PSDM HST beserta adminnya. Meski sempat dijanjikan paling lambat tiga hari setelah pertemuan tersebut data hasil seleksi diserahkan Panselnas, sampai sekarang PemkabHST belum menerimanya.

“Jadi kalau ada yang bertanya kapan diumumkan, kami sendiri tak bisa memberi kepastian. Karena sampai sekarang belum dikirim Panselnas. Termasuk siapa saja masuk rangking yang mengikuti seleksi selanjutnya,”jelas  Kepala Bidang Data, Pengadaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), BKD PSDM HST, Agus Setiadi, dan Admin dari BKD PSDM, Luthfi, dikonfirmasi Kamis (29/11/2018) di kantornya.

Disebutkan, peserta tes CPNS HST 2018, totalnya 3.238 orang. “Yang kami ketahui tingkat kelulusan hanya 2,8 persen, atau berjumlah 85 orang dari jumlah tersebut. Sedangkan kebutuhan berdasarkan kouta formasi 196 orang. Selebihnya, berdasarkan hasil rekonsiliasi di Jakarta menggunakan sistem rangking,”kata Agus.

Dijelaskan, untuk sitem perangkingan, berdasarkan nilai di bawah mereka yang lulus passing grade. Namun, berapa orang yang diambil untuk rangking di bawahnya tersebut, tergantung berapa formasi yang dibutuhkan, setelah dikurang yang lulus passing grade.

“Misalkan untuk guru di SDN A, ada kouta tiga guru, yang lulus passing grade cuma dua, maka untuk memenuhi satu kouta lagi diambil dari tiga trangking di bawah yang lulus tadi untuk kembali bersaing di tes selanjutnya,”katanya.

Meski demikian, untuk peserta yang sudah lulus passing grade SKD tidak bersaing dengan mereka yang sistem rangking. Mereka hanya bersaing dengan sesama peserta yang memenuhi passing grade, jika terdapat lebih dari formasi.

“Misalnya, formsi hanya untuk dua orang, yang lulus lima orang, mereka hanya berkompetsi antar sesama peraih nilai standar panselnas tersebut,”jelas Agus.

Diakui, untuk pelamar terbanyak di HST adalah formasi guru, sesuai dengan formasi terbanyak. Selebihnya tenaga kesehatan, dan tenaga teknis dengan kouta paling sedikit. Terkait siapa saja yang masuk seleksi selanjutnya setelah penerapan sistem rangking, Panselnas kata Agus akan mengirimkannya lewat website sscn.go.id. Disebutkan, pihak BKN sendiri tak bersedia membeberkan datanya saat pertemuan rekonsiliasi.

Namun, informasinya, kata Agus sebagian daerah di Indonesia sudah ada yang diumumkan, dan yang menerima pengumuman tersebut  mereka yang saat pelaksanaan seleksi langsung menggunakan komputer BKN. Sedangkan 32 kabupaten/kota menggunakan fasilitas komputer UNBK milik sekolah, termasuk HST yang menggunakan komputer UNBK milik SMKN 1 Barabai. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved