Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Dititipi Taruh Baterai Tower, Remaja di HST Ini Justru Menjualnya dengan Harga Murah

Dititipi Taruh Baterai Tower, Remaja di HST Ini Justru Menjualnya dengan Harga Murah

Dititipi Taruh Baterai Tower, Remaja di HST Ini Justru Menjualnya dengan Harga Murah
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Ilustrasi BTS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Seorang remaja Paridi (21), warga Desa Karatungan Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, harus berurusan dengan kepolisian.

Dia ketahuan menggelapkan baterai tower atau baterai Base Transceiver Station (BTS), Rabu 24 Oktober 2018, pukul 19.00 Wita. Baterai tower yang biasa digunakan untuk menghidupkan  jaringan seluler  tersebut,  milik PT Harapan Utama Prima Bach Global (HUB BMG) dari Banjarmasin.

Tower BTS-nya berlokasi di  Desa Telang, Rt 05/03 Kecamatan Batangalai Utara, HST Rabu 24 Oktober 2018 lalu. Namun, remaja itu pun akhirnya tertangkap, setelah korban melaporkan kehilangan barang bernilai Rp 200 juta tersebut ke Polsek Limpasu.

Humas Polres HST, Bripka M Husaini, dikonfirmasi Kamis (29/11/2018) menjelaskan,  tersangka dijerat pasal  374 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Baca: Penjelasan BKN Terkait Soal SKB CPNS 2018 Dipengaruhi Lulusan Pendidikan, Cek Link Hasil SKB & SKD

Baca: Bukti Pengaturan Skor Liga Indonesia Mengemuka, Persija Jakarta dan PSM Makassar Wajib Waspada

Baca: Ceramah Habib Bahar Bin Smith Viral, Berujung Pelaporan ke Polisi Jelang Pilpres 2019, Hina Jokowi?

Baca: Petinggi Persib Bandung Ini Blak-blakan Setujui Edy Rahmayadi Lengser, Umuh : Kami Tak Takut

Baca: Terungkap! Edy Rahmayadi Sudah Minta Mundur Jadi Ketua Umum PSSI

Dia disangka menggelapkan,  karena barang tersebut statusnya dititipkan untuk dimasukkan ke mobil, namun saat dicek ternyata malah dibawa kabur.

Terungkapnya kasus penggelapan tersebut, berawal saat karyawan PT HUB BMG hendak mengganti baterai tower  lama dengan yang baru di Desa Telang, Rabu 24 Oktober 2018 sekitar pukul 19.00 Wita.

Karyawan tersebut minta Paridi dan dua temannya untuk membantunya setelah melakukan  pelepasan, yaitu mengangkut barang atau delapan unit baterai untuk menaruhnya di bak mobil Daihatsu Grand Max pelat B 2409 TZR.

Namun, yang terjadi justru PR membawanya pulang ke rumahnya di Desa Karatungan Rt 01/03.

Baca: Fakta-fakta Pernikahan Mewah #CrazyRichSurabaya, Undang Raisa dan MLTR Serta Mobil Mewah

Baca: 5 Fakta Reuni Akbar PA 212 Jelang Pilpres 2019, Sikap MUI Jabar dan Ketidakpastian Sandiaga Uno

Baca: Jelang Reuni PA 212, Panitia Undang Presiden Jokowi, Jusuf Kalla dan Capres-Cawapres di Pilpres 2019

Dia bahkan telah menjualnya ke wilayah Paringin, Kabupaten Balangan. Tersangka pelaku menawarkan baterai tersebut Rp 150 ribu per unit, hingga total uang yang dia terima Rp 1,2 juta untuk delapan unit. Padahal harga baterai tersebut ternyata sangat mahal, yaitu Rp 200 juta.

“Dia menjualnya kepada pengumpul besi bekas dan barang bekas keliling yang biasa pakai gerobak,”ungkap Husaini.

Disebutkan, pihak perusahaan berupaya melakukan pencarian terhadap pelaku,dan akhirnya menerima informasi bahwa barang yang dia titipkan tersebut telah berpindah tangan. Pihak perusahaan pun mengaku mengalami kerugian Rp 200 juta, hingga kemudian melaporkannya ke Polsek Limpasu, dan menuntut agar tersangka diproses hukum. Tersangka pun akhirnya tertangkap anggota Polsek Limpasu., 26 November 2018 lalu.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)  

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved