Yayasan Adaro Bangun Negeri

Nyalakan Ilmu Untuk Pendidikan Indonesia

Baginya seorang guru harus dapat menciptakan prakarsa dan gagasan kepada orang lain, seseorang yang dapat memberikan dorongan dan arahan

Nyalakan Ilmu Untuk Pendidikan Indonesia
YABN
Di jenjang pendidikan usia dini, sejak tahun 2011 hingga saat ini, YABN telah bermitra dengan 85 PAUD di sejumlah Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan dan Tengah dalam penerapan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) di sekolah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Jika hanya sekilas melihat dari jauh, rasanya sulit untuk mengukur besarnya peran dan tanggung jawab seorang guru dalam membentuk seorang manusia.

Bila menelisik lebih dalam kita akan mengetahui bahwa tugas guru tidak hanya sebatas mengajar, menyampaikan ilmu pengetahuan dan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran.

Tugas besar sebagai seorang pendidik yang menanamkan nilai dan budi pekerti luhur kepada peserta didik juga telah menjadi bagian dari garis hidup yang di tempuh seorang guru.

Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, menjadi api semangat yang dititipkan Ki Hadjar Dewantara bagi seluruh guru yang ada di tanah air.

Baginya seorang guru harus dapat menciptakan prakarsa dan gagasan kepada orang lain, seseorang yang dapat memberikan dorongan dan arahan untuk terus berkembang.

Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat ini tantangan menjadi seorang guru pun semakin besar, lebih lagi Indonesia di prediksi akan memasuki era bonus demografi pada tahun 2025.

Dengan populasi yang didominasi oleh kelompok usia produktif tentunya guru harus dapat menyiapkan peserta didiknya agar dapat beradaptasi dan bersaing serta memiliki kemampuan dan keterampilan yang relevan.

Upaya untuk mengembangkan pendidikan masyarakat di sejumlah wilayah telah dilakukan Adaro sejak tahun 2009.

Melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN), saat ini Adaro melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan dengan fokus pada upaya-upaya menciptakan generasi yang berkarakter serta memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mampu menguasai dan mengembangkan kemampuan-kemampuan: berpikir kritis dan memecahkan masalah, berkreatifitas dan berinovasi, kemampuan komunikasi, serta kemampuan berkolaborasi.

Dimana kemampuan-kemampuan yang dikenal sebagai Kemampuan Abad 21 ini, diyakini akan menjadi modal utama generasi saat ini dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.

Halaman
12
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved