Berita Banjarmasin

The Fed Diprediksi Akan Akhiri Kebijakan Agresif Suku Bunganya, Analis Nilai Sebagai Angin Segar

Gubernur Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell yang beberapa waktu lalu menyatakan tingkat kebijakan The Fed saat ini sudah mendekati netral

The Fed Diprediksi Akan Akhiri Kebijakan Agresif Suku Bunganya, Analis Nilai Sebagai Angin Segar
istimewa/ IDX Channel
IHSG terkerek naik imbas sentimen positif prediksi akan melambatnya kenaikan suku bunga acuan The Fed 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gubernur Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell yang beberapa waktu lalu menyatakan tingkat kebijakan The Fed saat ini sudah mendekati netral menjadi angin segar bagi Indonesia.

Menurut analis, hal ini bisa diartikan muncul peluang berkurangnya tekanan perekonomian di Indonesia dari faktor eksternal.

Head of Research Division MNC Sekuritas, Dr Edwin Sebayang melalui early bird fundamental analisisnya menilai pernyataan Powell dipersepsikan pelaku pasar sebagai tanda bahwa siklus pengetatan selama tiga tahun The Fed hampir berakhir.

Hal ini menurutnya sudah ditunjukkan dengan terkatrolnya beberapa nilai bursa saham dunia termasuk DJIA yang naik 2,5 persen tertinggi selama 8 bulan terakhir, begitu juga EIDO bergerak positif 0.77 persen.

Baca: Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS 2018 Belum Dilakukan, Pemkab Tunggu Rilis Panselnas

Baca: Penjelasan BKN Terkait Soal SKB CPNS 2018 Dipengaruhi Lulusan Pendidikan, Cek Link Hasil SKB & SKD

Baca: Bukti Pengaturan Skor Liga Indonesia Mengemuka, Persija Jakarta dan PSM Makassar Wajib Waspada

Baca: Ceramah Habib Bahar Bin Smith Viral, Berujung Pelaporan ke Polisi Jelang Pilpres 2019, Hina Jokowi?

Sebelumnya, The Fed cenderung agresif dalam menetapkan suku bunga acuannya sepanjang tahun ini dan berimbas pada bergejolaknya perekonomian di beberapa negara termasuk Indonesia.

Namun dengan pernyataan tersebut, di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut terkerek positif dibuka di teritori positif 6.030 pada perdagangan, Kamis (29/11/2018).

Pada sesi perdagangan kedua, IHSG berada di kisaran level 6.050 dan sempat menyentuh level 6.087. Sejak ditutup pada perdagangan sebelumnya, IHSG sudah menguat 93.60 poin atau 1,56 persen.

Baca: Fakta-fakta Pernikahan Mewah #CrazyRichSurabaya, Undang Raisa dan MLTR Serta Mobil Mewah

"Sektor Perbankan dan Konstruksi menjadi sektor saham yang patut diperhatikan," kata Edwin.

Beberapa emiten yang dinilai cukup menarik yaitu PT Waskita Karya (WSKT) dan PT Wijaya Karya (WIKA).

Dimana menurutnya saat ini WSKT telah mendapatkan tambahan kontrak baru Rp 2 triliun pada Oktober 2018. Dengan demikian, perseroan mengantongi nilai kontrak baru Rp 14 triliun sepanjang Januari hingga Oktober 2018.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved