Yayasan Adaro Bangun Negeri

Upaya Liyu Menuju Desa ODF

Kabupaten Balangan terbagi menjadi 160 desa yang tersebar di 8 kecamatan, salah satunya adalah Desa Liyu yang berada di kecamatan Halong y

Upaya Liyu Menuju Desa ODF
istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri
Kegiatan pengentasan kebiasaan buang air besar sembarangan yang dilakukan oleh kader ini didukung penuh pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan, dan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) melalui bidang kesehatannya, YABN telah melaksanakan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sejak tahun 2012 di Kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kabupaten Balangan terbagi menjadi 160 desa yang tersebar di 8 kecamatan, salah satunya adalah Desa Liyu yang berada di kecamatan Halong yang mayoritas masyarakatnya dihuni oleh suku dayak deah.

Secara historis desa ini dinamakan Liyu karena di wilayah ini mengalir sungai “Liyo” yang memiliki art jernih dan terdapat pula sungai Angam. Sehingga kearifan tradisi warisan leluhur Dayak Deah pun tertuang dengan ungkapan ”Ranu Liyo, Danum Mandu” yang berarti ”Sungai Jernih, Air Tenang”.

Desa yang dapat dicapai dengan menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam dari Kota Paringin ini, menawarkan keragaman budaya dan eksotisme alam untuk ditelusuri.

Berbagai macam kerajinan, tarian, musik, syair (dode), dan permainan tradisional menjadi kekhasan yang dimiliki masyarakat adat di sana.

Kegiatan pengentasan kebiasaan buang air besar sembarangan yang dilakukan oleh kader ini didukung penuh  pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan, dan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) melalui bidang kesehatannya, YABN telah melaksanakan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sejak tahun 2012 di Kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur.
Kegiatan pengentasan kebiasaan buang air besar sembarangan yang dilakukan oleh kader ini didukung penuh pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan, dan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) melalui bidang kesehatannya, YABN telah melaksanakan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sejak tahun 2012 di Kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur. (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Terhampar di kaki gunung Bedjalitn, pun menjadikan Liyu memiliki beragam potensi alam untuk dikunjungi, mulai dari air terjun, gua, hingga sumber mata air panas.

Namun sayangnya potensi yang ada di desa Liyu ini dirasa tidak lengkap bila belum dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan khususnya pada pengelolaan sanitasi.

“Ada sebagian kecil masyarakat desa yang belum memahami dan mengetahui pentingnya mengelola sanitasi di lingkungan,” ujar Sukri, Kepala Desa Liyu.

Pihak Desa pun terus mendorong warganya salah satunya dengan merangkul pihak lain agar dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap sanitasi di desa,

“Kami pemerintah desa mencoba membuka jalan dengan pihak lain serta melakukan komunikasi dan koordinasi dengan dinas dan lembaga lain yang juga terlibat di bidang kesehatan," ujar Sukri.

Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sejak tahun 2012 di Kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur.
Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sejak tahun 2012 di Kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur. (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Upaya kami ini, lanjut Sukri, terjawab. Sekarang di desa Liyu sudah ada empat orang kader desa yang aktif melakukan pendampingan dan pemicuan kepada masyarakat, untuk menggalakkan program pembangunan jamban sehat.

2018 menjadi titik awal gerakan penanggulangan masalah sanitasi di Desa Liyu. Ibu Rise, menjadi orang pertama dan pelopor pembangunan jamban sehat di desa Liyu.

“Setelah pemicuan kemarin, saya langsung mengumpulkan uang sedikit-sedikit, kalau ada sisa dalam sehari langsung disisihkan untuk beli semen dan kawat. Kalau pasir dan batu bisa aja minta tolong Tanto kader desa lain untuk mengambilkan di belakang,” kata Rise sambil menunjuk ke arah sungai Liyu.

Desa Liyu menargetkan pembangunan jamban sehat di Desa Liyu selesai pada November 2018. Untuk mengejar target tersebut, Kepala Desa Liyu pun akan memberikan reward bagi RT yang lebih dahulu dinyatakan Open Defecation Free (ODF).

Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sejak tahun 2012 di Kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur.
Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sejak tahun 2012 di Kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur. (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)

“Supaya masyarakat semakin termotivasi dan pembangunan ini dapat berjalan dengan lancar, baik secara swadaya ataupun gotong royong, sehingga target yang ditetapkan dapat tercapai dan dapat diverifikasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan,” ujar Sukri.

Kegiatan pengentasan kebiasaan buang air besar sembarangan yang dilakukan oleh kader ini didukung penuh pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan, dan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) melalui bidang kesehatannya, YABN telah melaksanakan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sejak tahun 2012 di Kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur.

Dengan 48 desa yang telah berhasil didampingi dan menjadi desa ODF dengan meninggalkan perilaku BAB sembarangan dilingkungan. (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved