Berita Internasional

CIA Sadap Pesan MBS Sebelum dan Sesudah Jurnalis Jamal Khashoggi Dibunuh, Diduga Terlibat?

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman diduga terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

CIA Sadap Pesan MBS Sebelum dan Sesudah Jurnalis Jamal Khashoggi Dibunuh, Diduga Terlibat?
Arab News
Pangeran Mohammed bin Salman, putra mahkota baru Kerajaan Arab Saudi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON -Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Ankara Turki, 2 Oktober 2018, diduga melibatkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Dilansir dari Kompas.com, laporan tersebut dipaparkan Wall Street Journal berdasarkan dokumen rahasia milik Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat ( CIA).

Dikutip dari Middle East Eye Sabtu (1/12/2018), CIA mencegat setidaknya 11 pesan yang dikirimkan MBS beberapa jam sebelum dan sesudah Khashoggi dibunuh.

Baca: Hasil Lengkap Tes SKD CPNS 2018 File PDF Sabtu (12/1/2018), Usai Pendaftaran Via Link Sscn.bkn.go.id

CIA membuat dokumen kesimpulan berdasarkan penyadapan yang mereka lakukan terhadap pesan elektronik MBS maupun informasi intelijen lain.

Berdasarkan dokumen tersebut, MBS berkata kepada salah satu stafnya pada Agustus 2017 bahwa usahanya untuk membujuk Khashoggi kembali ke Saudi tidak berhasil.

Baca: Legislator Amerika Serikat Bersumpah Selidiki Tanggapan Presiden Trump Terkait Pembunuhan Khashoggi

Karena itu, dokumen tersebut memaparkan adanya upaya untuk memancing Khashoggi agar bersedia bertemu di suatu tempat.

"Komunikasi yang dilaksanakan nampaknya menandai sebuah operasi yang diluncurkan Saudi untuk melawan Khashoggi," bunyi dokumen CIA itu.

Pesan-pesan itu dikirim MBS kepada Saud al-Qahtani, penasihat bidang media yang dilaporkan memimpin tim beranggotakan 15 untuk berangkat ke Istanbul, Turki.

Di dokumen itu, Qahtani menggunakan departemen media kerajaan, Pusat Studi dan Hubungan Media (CSMARC) untuk mengatur rencana pembunuhan.

CIA dalam dokumen tersebut tentunya bakal sulit bagi Qahtani untuk menggunakan fasilitas negara tanpa mendapat persetujuan dari MBS.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved