Berita Banjarbaru

Geopark Meratus Resmi Jadi Geopark Nasional, Ada Tahura Sultan Adam di Dalamnya

Setelah menunggu sekitar satu tahun, Geopark Meratus Kalsel akhirnya telah resmi.

Geopark Meratus Resmi Jadi Geopark Nasional, Ada Tahura Sultan Adam di Dalamnya
istimewa
Salah satu view alam pegunungan Meratus di Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah menunggu sekitar satu tahun, Geopark Meratus Kalsel akhirnya telah resmi. Hal itu ditandai dengan penyerahan sertifikat dan SK penetapan oleh Menteri Pariwisata RI ke Pemprov Kalsel di lokasi Geopark Nasional Pongor Kabupaten Bogor Jumat (30/11/2018).

Ketua tim usulan Geopark Kalsel, Ali Mustofa dari Dinas ESDM Kalsel mengatakan dengan sudah adanya SK penetapan maka secara resmi Kalsel memiliki Geopark layaknya daerah lain yang sudah lebih dulu memiliki Geopark.

Geopark Pegunungan Meratus Kalsel sendiri saat ini berstatus Geopark Nasional.

"Yang nantinya dalam penyebutannya disebut Geopark Nasional Pegunungan Meratus," ujar Ali kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (01/12/2018)

Baca: Alasan Roy Marten Merasa Lega Meski Gisella Anastasia Gugat Cerai Gading Marten

Baca: Hasil PSMS Medan vs Persebaya Surabaya Liga 1 2018, Skor 2-0 Babak Pertama, Lolos Degradasi?

Baca: Saran Roy Marten Soal Hak Asuh Gempita Jika Gisella Anastacia dan Gading Marten Resmi Cerai

Baca: Habib Rizieq Shihab Dipastikan Hadir di Reuni Akbar PA 212, Ketua GNPF Ulama : Habib Akan Pidato

Pengelola nanti di Kalsel didesain untuk badan tersendiri yang mengelola dibawah langsung Gubernur.

Hingga kini ESDM Kalsel dan tim Geopark terangnya masih tidak ada perubahan yakni sebanyak 36 titik yang ditetapkan.

Untuk bisa menjadi geopark nasional maka harus memenuhi tiga syarat.

Yaitu bisa dijadikan geodiversity atau mempunyai berbagai jenis batuan yang indah dan jumlahnya 60 persen dari total ke seluruhan geopark.

Kemudian bisa dijadikan kajian ilmiah yang memiliki nilai keragaman hayati atau biodiversity yang memiliki berbagai macam flora dan fauna.

Dan terakhir harus bisa dijadikan culturediversity. Jadi untuk Biodibersity dan culturdiversity harus 20 persen 20 persen sehingga penilaiannya 40 persen.

Paling tidak jika ingin lolos, 60 persennya adalah keanekaragaman bebatuan geodiversity. Dan tiga syarat itu sudah dipenuhi semua oleh Tim Geopark Kalsel hingga mendapatkan SK.

Baca: Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI di Liga 1 2018, Mulai Persib Bandung Hingga PSM Makassar

Baca: Penjelasan Dirut Persija Jakarta Gede Widiade Soal Dugaan Pengaturan Skor dengan Vigit Waluyo

Dimana total ada 36 geosite dari 10 kabupaten/kota di Kalsel yang akan menjadi bagian dari geopark.

Beberapa di antara geosite itu adalah Tahura Sultan Adam, Goa Batu Hapu, Bukit Kayangan, dan Air Panas Batu Mandi.

Total luasan Geopark Pegunungan Meratus 328,034 meter kali 9,691,948 meter.

Tambah Ali dengan Kalsel sudah mempunyai geopark maka akan menambah khasanan destinasi wisata yang diakui Indonesia.

"Keuntungannya banyak dan itu bahkan bisa diakui di dunia Unesco. kalau ini dimasukkan maka tentu akan mudah mengembangkan konsep wisata dan juga melestarikan alam kalsel agar tidak ditambang semua," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved