Berita HSU

Imunisasi di HSU Belum Mencapai 50 Persen, Orangtua Siswa Serahkan Keputusan Sekolah

Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus berupaya untuk meningkatkan peserta imunisasi MR yang tengah dijalankan oleh pemerintah

Imunisasi di HSU Belum Mencapai 50 Persen, Orangtua Siswa Serahkan Keputusan Sekolah
istimewa/Diskominfo Tabalong
Ilustrasi - Ketua TP PKK Kabupaten Tabalong Hj Syarifah Syifa menyaksikan secara langsung pemberian imunisasi MR 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus berupaya untuk meningkatkan peserta imunisasi MR yang tengah dijalankan oleh pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan HSU dr Agus Fidliansyah mengatakan pihaknya saat ini terus berupaya bekerjasama dengan dinas pendidikan untuk terus memberikan pemahaman kepada orangtua untuk mengizinkan anaknya diimunisasi.

Pasalnya hingga saat ini masih imunisasj MR masih belum mencapai 50 persen hanya sekitar 42 persen.Seluruh Puskesmas yang ada di HSU diminta untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah terdekat jika ada anak yang ingin melakukan imunisasj bisa langsung menghubingi petugas kesehatan.

"Kami tidak hanya melakukan secara masal, jika ada siswa di solahvyang ingin diimunisasi meskipjn jumlahnya sedikit petugas kesehatan dari Puskesmas akan tetap mendatangi," ungkapnya.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG - Live Streaming PSMS Medan vs Persebaya via Live Streaming Indosiar Liga 1 2018

Diakuinya Kabupaten HSU memang masih rendah jumlah peserta imunisasi, terlebih untuk anal anak yang cukup jauh dari perkotaan. Jumlah sekolah yang dibawah naungan Kementrian Agama juga sangat banyak dan mayoritas dari wali murid dari mereka memang masih enggan untuk mengizinkan anaknya untuk di imunisasi MR.

Namun meski demikian dr Agus mengatakan pihaknya tak akan berhenti berusaha agar seluruh anak yang ada di Kabupaten HSU bisa mendapatkan pelayanan imunisasi MR.

Menyinggung masalah ketersediaan faksin, pihaknya mengatakan jumlah tenaga kesehatan dan vaksin tercukupi di setiap Puskesmas dan mampu untuk memenuhi permintaan sekolah jika akan dilakukan imunisasi masal.

Terpisah Husna salah satu warga Palampitan Hilir mengaku anaknya yang saat ini tengah duduk di tingkat 2 salah satu sekolah islamic boarding school menngatakan, dirinya mempercayakan pada pihak pesantren dengan keputusan melakukan vaksinasi.

Baca: Pemain Sriwijaya FC Dapat Rp 200 Juta di Ruang Ganti Usai Tekuk Mitra Kukar, Minggu Bakal Bertambah

Menurut dia, Jika pihak sekolah mengizinkan dan mewajibkan anak maka tidak mengapa. Namun jika memilih untuk tidak melakukan vaksin karena dinilai belum cukup darurat maka juga memilih untuk tidak memvaksin.

"Kami serahkan ke pengurus pesantren, mrngikuti dan patuh apa kata guru mualim," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved