Berita HSU

Hujan Lebat, Permukiman Warga di Kabupaten HSU Terendam, Mungkinkan 3 Aliran Sungai Ini Solusinya?

Saat ini telah memasuki musim penghujan, curah hujan yang cukup tinggi si Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sehingga air meluber ke permukiman

Hujan Lebat, Permukiman Warga di Kabupaten HSU Terendam, Mungkinkan 3 Aliran Sungai Ini Solusinya?
Reni Kurnia Wati
Longsor yang terjadi di Desa Pulantani HSU akibat melubernya air sungai beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Saat ini telah memasuki musim penghujan, curah hujan yang cukup tinggi si Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sehingga air meluber ke permukiman warga. Sebenarnya hal itu bisa diatasi melalui aliran tiga sungai besar yaitu sungai Tabalong, Balangan dan Negara.

Sanyangnya jika terjadi kiriman air secara bersamaan antara sungai Balangan dan Tabalong mengakibatkan air sungai bisa meluap dan menyebabkan banjir di permukiman warga di sekitar sungai.

Bukan hanya daerah permukiman lahan pertanian juga bisa terkena dampah banjir, meskipun saat ini sudah banyak petani yang telah melakukan panen. Untuk menghindari air sungai meluap ke rumah warga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU baru saja membangun dek sementarara di Kecamatan Haur Gading.

Baca: UPDATE Musibah Terbakarnya KM Gerbang Samudera I Tujuan Banjarmasin di Perairan Jatim

Pasalnya beberapa titik di Kevamatan Haur Gading seperti Desa Keramat, Pulantani, Teluk Haur dan Tangkawang sempat terjadi longsor.

Camat Haur Gading Muhammad Syarif mengatakan akibat longsor selain merusak jalan dan rumah juga merobohkan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Teluk Haur dan Keramat.

"BPBD sudah membangun dek sementara huntuk menghalangi air sungai masuk kepemukiman dan area pertanian," ungkapnya.

Baca: Barito Putera Vs Borneo Liga 1 Elite Pro Academy U-16, Ilham Instruksikan Kunci Pemain Ini, Sukses!

Pinggiran sungai yang mengalami longsor memang sulit untuk diperbiki secara permmanen, selain memerlukan biaya yang sangat besar juga resiko kembali terjadi longsor juga sangat besar.

Karenanya Pemwrintah Daerah membuat jalan baru yang cukup jauh dari bantaran sungai untuk menghindari terjadinya longsor.

Jalan tersehut memang cukup jauh dari rumah warga namun dengan adanya jalan tersebut akses jalan warga menjadi lebih mudah dan aman.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Indosiar Bali United vs Persija Liga 1 2018, Link Vidio.com

Kepala BPBD HSU Sugeng Riyadi mengatakan pembangunan penahan banjir sementara dilakukan di empat desa yaitu Desa Keramat, Pulantani, Teluk Haur dan Tangkawang.

"Pembangunan dek sementara sekitar 200 meter dengan anggaran sekitar Rp 430 juta yang didapat dari anggaran tak teruga daerah," ungkapnya.

Bangunan baru saja selesai dilaksanakan dan berharap dek tersebut bisa membantu menahan air dari aliran sungai Tabalong.(banjarmasinpost.co.id/Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved