Berita Kalteng

Pelabuhan Sampit Sudah Tak Layak, Pemprov Kalteng Kembangkan Empat Pelabuhan Laut

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, akan melalukan studi kelayakan dalam pengembangan pelabuhan laut pada empat titik di Kabupaten Kotim.

Pelabuhan Sampit Sudah Tak Layak, Pemprov Kalteng Kembangkan Empat Pelabuhan Laut
tribunkalteng.com/faturahman
Pelabuhan Sampit, dinilai sudah tak layak operasional karena banyak rumah penduduk di sekitarnya sehingga diusulkan dipindahkan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, akan melalukan studi kelayakan dalam pengembangan pelabuhan laut pada empat titik di Kabupaten Kotim, Katingan dan Pulangpisau.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalteng, Yuren S Bahat, dalam rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Kalteng tahun 2018, akhir pekan tadi mengatakan, ada empat titik rencana pembangunan pengembangan pelabuhan laut.

Dikatakan, empat pelabuhan tersebut yakni, rencana pembangunan pelabuhan Samudera di Pantai Ujung Pandaran, yang ada di Kotawaringjin timur."Ini akan dilakukan survei oleh tim," ujarnya.

Selain itu, pengembangan pelabuhan juga akan dilakukan melalui usulan relokasi pelabuhan khusus bongkar muat barang dari Pelabuhan Sampit ke Pelabuhan Bagendang, selain itu juga rencana pembangunan pelabuhan Bajungkal di Kabupaten Katingan juga akan dilakukan surevei.

Baca: Hasil Lengkap Tes SKD CPNS 2018 File PDF Sabtu (12/1/2018), Usai Pendaftaran Via Link Sscn.bkn.go.id

Baca: Pesawat Lion Air Tujuan Banjarmasin Gagal Terbang, Satu Penumpangnya Ternyata Ketua IDI Kalsel

Sedangkan satu pelabuhan lagi yakni pengembangan pelabuhan laut di Teluk Sangiang Pulangpisau yang saat ini masih dalam tahap studi kelayakan, karena akses jalan sudah ada , sedangkan kedalaman hingga tujuh meter atau rekayasa dengan membangun jembatan titian.

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, beberapa kali menegaskan, pengembangan pelabuhan laut tersebut sebagai upaya Kalteng melepas ketergantungan pasokan barang dari provinsi lain dan memudahkan pengiriman barang dari negara lain, sehingga barang dari luar bisa langsung masuk ke Kalteng."Kalteng ingin maju sejajar dengan provinsi yang sudah maju," ujarnya.

Sedangkan, Bupati Kotim, H Supian Hadi, mengungkapkan, dia memang sudah mengusulkan pengalihan pelabuhan khusus penumpang di Pelabuhan Sampit ke Pelabuhan Desa Bagendang."Ini karena Pelabuhan Sampit lokasinya sudah tidak layak, karena banyak rumah penduduk disekitarnya. www.banjarmasinpost.co.id/ faturahman

Pelabuhan CPO Bagendang Makin Ramai

OPERASIONAL Pelabuhan Crude Palm Oil (CPO) di Desa Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sekitar lima belas tahun ini sudah sangat membawa dampak.

Dampak tersebut berupa hidupnya perekonomian masyarajat di sekitar pelabuhan, yang berjualan makanan maupun jenis lainnya.Tetapi, juga membawa dampak buruk di saat truk pengangkut CPO makin banyak beroperasi.

Kecelakaan lalulintas makin sering terjadi yang melibatkan truk CPO dengan kendaraan masyarakat umum, lantaran truk CPO dalam membawa hasil kebun juga masuk jalan dalam kota, akibatnya kerap truk bertabrakan dengan kendaraan umum.

"Kami berharap, ada jalan khusus untuk angkutan truk CPO sehingga tidak memakai jalan umum, karena makin sering terjadi kecelakaan lalulintas akibat sopir pangangkut CPO kerap ugal-ugalan ketika operasional," ujar Hilda, salah satu warga Sampit. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved