Berita Banjarbaru

160 Guru dari 13 Kabupaten Kota di Kalsel Diminta Tangkal Hoax Dengan Cara Ini

Balai Bahasa Kalimantan Selatan menggelar dialog literasi untuk meningkatkan profesionalisme guru di abad 21 di aula Balai Bahasa Kalsel di Banjarbaru

160 Guru dari 13 Kabupaten Kota di Kalsel Diminta Tangkal Hoax Dengan Cara Ini
istimewa
Balai Bahasa Kalimantan Selatan menggelar dialog literasi untuk meningkatkan profesionalisme guru di abad 21 di aula Balai Bahasa Kalsel di Banjarbaru Senin (03/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tak hanya mendidik siswa, guru pun diminta untuk menghalau hoax dengan literasi. Balai Bahasa Kalimantan Selatan menggelar dialog literasi untuk meningkatkan profesionalisme guru di abad 21 di aula Balai Bahasa Kalsel di Banjarbaru Senin (03/12/2018).

Sekitar 160 guru dari 13 kabupaten kota di Kalsel dikumpulkan dan mengikuti dialog. Kali itu dialog diadakan bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Danang Sunendar dan Guru besar fakultas bahasa dan seni universitas negeri Yogyakarta, Suminto A Sayuti.

Literasi diharapkan tak hanya menjadi tugas pelajar atau siswa, namun juga guru. Para guru yang diundang diminta untuk meningkatkan kecintaan membaca tak hanya sekadar senang membaca dari gawai.

"Saya harapkan guru yang datang ini membawa buku di dalam tasnya tak hanya membawa handphone," ujar Danang kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Daftar Instansi & Link Pengumuman Hasil Tes SKD & Peserta SKB CPNS 2018, Cek Juga sscn.bkn.go.id

Baca: Hasil Pengumuman Tes SKD CPNS 2018 & Jadwal Tes SKB BKN Usai Cek Link di sscn.bkn.go.id

Baca: Reuni Akbar 212 - Begini Salam Ustadz Abdul Somad yang Ramaikan Twitter

Baca: Pesawat Lion Air Tujuan Banjarmasin Batal Terbang, Satu Penumpangnya Ternyata Ketua IDI Kalsel

Minat baca guru terangnya harus ditingkatkan, tak hanya menyuruh siswa untuk senang membaca guru juga harus menjadi role model senang membaca.

Guru juga harus bisa menyediakan bahan bacaan yang bermanfaat untuk siswanya. Dengan itu informasi hoax bisa ditanggulangi oleh generasi muda kini.

"Kita sudah ada yang mengatur yaitu Permendikbud tentang harus membaca 15 menit sebelum dimulai pelajaran baik oleh guru dan murid, ini sudah berjalan tiga tahun tapi hasilnya ya kita harus bersabar," ujarnya.

Padahal sebutnya jika guru dan murid menerapkan 15 menit membaca sebelum pelajaran dimulai maka hasilnya harusnya luas biasa yaitu meningkatnya wawasan generasi muda dan para guru. Bukan semakin berkembangnya hoax dan masih ada guru dan murid yang termakan hoax.

Sementara Kepala Balai Bahasa Kalimantan Selatan, Imam Budi Utomo mengatakan dialog literasi merupakan arahan dari Kemendikbud RI untuk peningkatan profesionalisme guru.

"Kita hadirkan guru-guru di Kalsel mulai dari Tabalong hingga Kotabaru dan Baritokuala," ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved