B Focus Urban Life

Pelaku Pernah Trauma dan Menjadi Korban Kekerasan

Mudahnya seseorang dalam menghilangkan nyawa orang lain atau melakukan tindakan kriminal tentunya sudah terjadi degradasi moral pada masyarakat kita.

Pelaku Pernah Trauma dan Menjadi Korban Kekerasan
BPost Cetak
BFocus Senin (03/12/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mudahnya seseorang dalam menghilangkan nyawa orang lain atau melakukan tindakan kriminal tentunya sudah terjadi degradasi moral pada masyarakat kita.

Sukma Noor Akbar, Psikolog Klinis FK ULM, menyebutkan,
aturan agama, norma-norma hukum dan adanya sikap saling menghargai antar sesama tidak lagi dijadikan pertimbangan dalam menyelesaikan masalah hanya karena emosi sesaat.

Secara umum kenapa terjadinya kriminalitas pada individu, pengaruh yang paling besar adalah pelaku kekerasan biasanya berasal dari rumah atau lingkungan yang tidak harmonis, anak-anak yang telantar, sosial ekonomi rendah dan kurangnya kontrol dari orangtua dapat membuat individu rentan sebagai pelaku kekerasan.

Traumatik dan pernah menjadi korban dalam kekerasan bisa menjadi anak menangkap perilaku yang keliru dari yang dilihatnya dengan cara meniru, baik meniru dengan melihat langsung maupun dari media-media internet memiliki dampak besar dalam pembentukan perilaku agresifitas.

Baca: Hari Ini Mulai Tes SKB! Daftar Link Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS 2018, Lihat Juga ssc.bkn.go.id

Baca: Hari Ini Pemko Banjarbaru Umumkan Kelulusan Tes SKD CPNS 2018, Ini Link Pengumumannya

Baca: Ada Harapan Rujuk? Panggilan Manis Gading Marten pada Gisella Anastasia Saat Bareng Gempi

Baca: Foto Maia Estianty dan Irwan Mussry Saat Pacaran Ini Luput dari Jepretan Akun Gosip, Ini Kata Maia

Anak belajar dari mengamati, hal yang paling alamiah adalah adalah belajar dari orang di sekitarnya serta informasi yang didapat dari lingkungannya.

Cara pandang yang tidak tepat dianggap anak benar sehingga kekerasan-kerasan tetap dipertahankannya sebagai suatu perilaku dimasa yang akan datang.

Dari beberapa kasus, perasaan negatif yang berupa rasa kecewa, tidak terima, merasa direndahkan menjadi salah satu penyebab yang membuat pelaku tidak dapat berpikir panjang dan melakukan tindak pembunuhan.
Setelah mengalami keadaan yang menyebabkan pelaku memiliki perasaan negatif, pelaku melakukan tindakan impulsif yang muncul akibat kegagalan dalam regulasi emosinya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved