Berita Hulu Sungai Tengah

Resmi Jadi Geopark Nasional, Warga HST Desak Kementerian ESDM Cabut Izin Tambang Batu Bara Meratus

Status Meratus di Kalimantan Selatan yang telah resmi ditetapkan sebagai Geopark, disambut gembira warga Meratus di Hulu Sungai Tengah.

Resmi Jadi Geopark Nasional, Warga HST Desak Kementerian ESDM Cabut Izin Tambang Batu Bara Meratus
Istimewa
Salah satu objek wisata alam di Desa Natih, Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah dengan gunung kars-nya yang indah mengelilingi desa setempat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Status Meratus di Kalimantan Selatan yang telah resmi ditetapkan sebagai Geopark, disambut gembira warga Meratus di Hulu Sungai Tengah.

Status tersebut diharapkan tak hanya menyejahterakan masyarakat di sekitar, tapi juga membuat Kementerian Energi Sumber Daya Mineral mencabut izin produksi tambang batu bara di wilayah HST, di wilayah Batangalai Timur, tepatnya Desa Batutangga dan Natih.

Tokoh masyarakat di Desa Hinas Kiri, Kosim menyatakan apapun status Meratus, yang penting tidak merusak hutan dan alamnya. Dia berharap status sebagai Geopark bakal menyehterakan masyarakat dari sisi pengembangan ekonomi melalui pariwisata terpadu. Juga sebagai lumbung oksigen, yang dihasilkan dari pepohonannya yang masih terpelihara.

Baca: Dokter Puskesmas Ini Ikut Bersaing di Bursa Ketua KONI HST, Inilah Nama-nama Calon Kandidat Lainnya

“Dulu Pak Latif (bupatiHST non aktif) pernah mewacanakan agar warga Meratus jual oksigen kepada dunia. Masyarakat menjaga dan menanam pohon, dengan kompensasi ada kesejahteraan untuk warga,”kata Kosim yang juga Ketua KTNA Kecamatan BAT, Senin (3/12/2018).

Geopark adalah kawasan terpadu yang memiliki kawasan geologi, dimana masyarakat turut berperan melindungi dan meningkatjan fungsi warisan alam secara berkelanjutan. Termasuk nilai arkeologi, geologi serta budaya di dalamnya.

Baca: Hasil Bhayangkara FC vs PSM Makassar Liga 1 2018 Pekan 33 : Skor Babak Pertama 0-0, Persija Juara?

Termasuk mempromosikan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Setelah diberikan status resmi, di Kalsel ada 36 titik yang menjadi kawasan geopark, di antaranya Pegunungan Meratus di HST.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata HST, Fachrurrazi kepada banjarmasinpost.co.id mengatakan di HST ada empat Kecamatan yang masuk dalam pengembangan geopark.

Kecamatan Batangalai Timur, Hantakan dan Batubenawa. Di KecamatanBatangalai Timur, meliputi gua Kukup, Gu aBerangin. Sedangkan di Kecamatan Batubenawa, berlokasi di objek wisata Pagat serta Gua Liang Hadangan.

Baca: Isu Pengaturan Skor Madura FC Vs PSS Sleman Buat Anggota Exco PSSI Hidayat Mundur

DI Kecamatan Hantakan, berada di Onjek wisata Air Panas dan di Loklaga Kecamatan Haruyan.

Namu, Desa Natih, yang menjadi titik koordinat izin produksi tambang batu bara untuk PT Mantimin Coal Mining, berdasarkan Keputusan Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0534/KUM/2018 tentang Penetapan Lokasi Geopark Pegunungan Meratus Kalsel, tak masuk.

Fachrurrazi mengatakan, dengan adanya status geopark, wilayah Meratus di HST bisa jadidestinasi wisata terpadu, selain menjaga kawasan tersebut untuk tetap dipertahankan sebagai kawasan tak tersentuh penambangan batu bara.

Fachrurazi pun menyatalan berupaya memasukkan titik-titik lokasi wisata lain, karena tiap tahun bisa bertambah sambil dilakukan evaluasi.

Untukmendukung Geopark tersebut, Bidang PAriwisata, sebut dia, tahun depan membuat master plan pengembangan wisata di Pegunungan Meratus HST.

"Insya Allah Tahun depan sudah ada Rencana Induk Pengembangan Pariwsata Daerah (RIPPDA) , sehingga 2020 mendatang bisa diusahakan mendapat dana pemerintah pusat untuk pengembagan pariwisata di Pegunungan Meratus HST,”pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved