Kampusiana

Tiga Guru Besar ULM Dikukuhkan, Sutarto Hadi Berharap Tidak Hanya Selesai Dipengkuhan

Rektor ULM Banjarmasin, Prof Dr H Sutarto Hadi, MSi, MSc, mengatakan saat ini jumlah guru besar di ULM sudah sebanyak 43 orang.

Tiga Guru Besar ULM Dikukuhkan, Sutarto Hadi Berharap Tidak Hanya Selesai Dipengkuhan
Airul Syarif
Senat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin kembali kukuhkan tiga Guru Besar, di rektorat lantai 1 ULM Banjarmasin, Senin (3/12) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Senat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin kembali kukuhkan tiga Guru Besar, di rektorat lantai 1 ULM Banjarmasin, Senin (3/12) pagi.

Rektor ULM Banjarmasin, Prof Dr H Sutarto Hadi, MSi, MSc, mengatakan saat ini jumlah guru besar di ULM sudah sebanyak 43 orang.

"Dan di 10 fakultas semuanya sudah memiliki guru besar. Sebentar lagi di fakultas kedokteran juga akan memiliki guru besar. Sehingga nanti lengkaplah 11 fakultas memiliki guru besar, aamiin," tuturnya, Senin (3/12/2018) siang.

Dirinya menghimbau agar para guru besar yang telah dikukuhkan terus membuat karya-karya tulis ilmiah, tidak berhenti di pengukuhan guru besar saja.

"Saya juga mengingatkan bagi dosen agar tidak GBHN, atau Guru Besar Hanya Nama. Dalam artian setelah mendapat gelar guru besar tidak lagi menerbitkan karya ilmiah, seharusnya terus berkarya," tuturnya.

Baca: Hasil Akhir Bhayangkara FC Vs PSM Makassar: Skor Imbang 0-0, Rene Alberts Dapat Banyak Pesan

Kali ini tiga guru besar yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prof Drs Ahmad Suriansyah, MPd PhD, dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, Prof Dr Ir Mijani Rahman, MSi, dan dari Fakultas Teknik, Iryanti Fatyasari Nata, Prof Iryanti Fatyasari Nata, ST, MT, PhD.

Satu di antara guru besar yang dikukuhkan, Prof Drs Ahmad Suriansyah, MPd PhD, mengungkapkan sangat merasa bangga bercampur haru setelah dikukuhkan menjadi guru besar.

Baca: Respons Iwan Fals Terhadap Reuni Akbar 212, Ingin Jawab Tapi Sudah Janji Usai Pilpres 2019 Nanti

"Persyaratan menjadi Profesor saat ini itu sangat ketat dan sangat berat bagi para dosen. Makanya perlu kesabaran, perjuangan, dan mengasah kemampuan untuk membuat jurnal ilmiah yang dipublikasi. Dan setelah dikukuhkan itu tentunya merasa bangga, haru, dan lainnya itu pasti dirasakan,"

Dirinya mengangkat judul Membangun Pendidikan Bermutu Berbasis Budaya Mutu. Menurutnya budaya mutu sangat penting dilakukan untuk membangun budaya mutu yang bagus akan melahirkan generasi SDM yang bagus juga.

Baca: Mahasiswa Tewas Usai Kecelakaan Lalu Lintas di Tambakanyar Martapura

"Kita banyak sekali dikeluhkan mutu dalam pendidikan. Sampai indikator terakhir, tingkat kelulusan CPNS sangat kecil. Ya, karena budaya mutu pendidikan kita masih rendah. Sehingga budaya mutu itu harus dibangun dalam dunia pendidikan. Sehingga nanti menghasilkan SDM yang bermutu, dan masyarakat yang sejahtera," tuturnya.

(Banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved