Ekonomi dan Bisnis

Transaksi E-commerce di Kalsel Meningkat 303,8 persen, Jenis Barang Ini Mendominasi

Transaksi e-commerce di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami peningkatan secara signifikan dalam satu tahun terakhir.

Transaksi E-commerce di Kalsel Meningkat 303,8 persen, Jenis Barang Ini Mendominasi
banjarmasinpost.co.id/m maulana
Kepala KPw BI Kalsel, Herawanto 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Transaksi e-commerce di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami peningkatan secara signifikan dalam satu tahun terakhir.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel) mencatat jumlah nominal e-commerce mengalami kenaikan sebesar 303,8 persen (yoy) diikuti dengan kenaikan jumlah transaksi sebesar 164,1 persen (yoy).

Dari sisi kelompok barangnya handphone dan aksesoris merupakan kelompok barang yang paling banyak ditransaksikan dalam e-commerce di Kalsel yakni sebesar 21 persen.

Disusul kelompok barang fashion sebesar 16 persen, otomotif dan aksesoris 10 persen, dan komputer dan aksesoris 9 persen.

Baca: Ini Prediksi Desain Toyota Avanza Baru Ala GridOto.com, Perubahannya di Bagian Ini

Baca: Industri Kreatif Anakayu Menjadikan Limbah Bernilai Ekonomi

Baca: Semangat Susilawati Mengabdi di Wilayah Terpencil Mengantarkannya Raih Juara 3 Bidan Teladan

Baca: Daftar Instansi & Link Pengumuman Hasil Tes SKD & Peserta SKB CPNS 2018, Cek Juga sscn.bkn.go.id

Dalam hal ini BI Kalsel terus berupaya mendukung pengembangan uang elektronik dan teknologi finansial termasuk mendorong perdagangan ritel dan UMKM.

Dijelaskan Kepala KPw BI Kalsel, Herawanto, konsep e-commerce bisa membuat pembeli bisa mengakses produsen di berbagai tempat termasuk Kalsel.

"Kalau dimanfaatkan baik terbukti dari data yang ada, banyak pembeli langsung bisa akses ke perajin dan pengusaha lokal," ujarnya.

Peningkatan ini menurutnya bisa membuat ekonomi masyarakat terdorong asal dimanfaatkan dengan baik. "Asalkan dimanfaatkan dengan baik, artinya bagaimana kesiapan industri yang ada di sini," imbuhnya.

Lebih lanjut, menurutnya yang harus dijaga bersama adalah kesiapan keberlangsungan Industri tersebut.

"Yang sering jadi masalah adalah keterlambatan pemenuhan produk atau saat konsumen pesan kedua kalinya barangnya sudah tidak lagi atau tidak sanggup lagi. Ini semua adalah PR bersama membuat industri di Kalsel agar siap," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/ Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved