Berita Kalteng

Bandara Tjilik Riwut Bakal Buka Tiga Rute Penerbangan Baru dari Palangkaraya, Ini Tujuannya

Pemprov terus perbaiki pelayanan kepada masyarakat dengan memperluas rute dan meningkatkan sarana dan prasarana Bandara Tjilik Riwut.

Bandara Tjilik Riwut Bakal Buka Tiga Rute Penerbangan Baru dari Palangkaraya, Ini Tujuannya
(faturahman)
Pramugari salah satu Maskapai penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalteng saat penambahan Armada Pesawat baru yang beroperasi di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, terus berupaya memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dengan memperluas rute dan meningkatkan sarana dan prasarana Bandara Tjilik Riwut.

Melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Tengah dan Dinas Perhubungan, hingga, Selasa (4/12/2018) masih dalam tahap pengusulan tiga rute baru untuk rute penerbangan dari Palangkaraya menuju, Kualanamu (Medan), Palangkaraya - Denpasar (Bali) serta Palangkaraya- Yogyakarta.

Wakil Gubernur Kalteng, Habib H Said Ismail, saat peresmian Pesawat Batik Air, beberapa waktu yang lalu, memang mengharapkan Bandara Tjilik Riwut terkoneksi dengan bandara tujuan wisata seperti Bali dan Yogyajarta, agar pariwisata Kalteng juga bisa hidup.

Baca: 10 Fakta Lindswell Kwok, Peraih Emas Wushu Asian Games 2018 yang Mualaf dan Kini Berhijab

Baca: Sosok Kekasih Desy Ratnasari Pengganti Irwan Mussry, Desy Blak-blakan Sebut Cirinya, Orang Indonesia

Baca: Link 104 Instansi! Pengumuman Hasil Tes SKD & Jadwal Tes SKB CPNS 2018, Cek Juga sscn.bkn.go.id

Baca: Respons Desy Ratnasari Atas Pernikahan Maia Estianty dan Irwan Mussry, Sebut Pria Ini Sabar dan Baik

Rencana tersebut, mulai diwujudkan melalui instansi terkait yang masih dalam tahap pengusulan untuk pembukaan rute baru penerbangan yang menghubungkan Palangkaraya dengan Bandara Ngurahrai Bali dan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta serta Bandara Kuala Namu Medan.

Bukan hanya itu, Sekda Prov Kalteng, Fakhrizal Fitri, juga mengungkapkan, pihaknya juga masih mengusulkan untuk penambahan armada penerbangan baru untuk tiga Bandara di Kalteng yakni Bandara Tjilik Riwut, Bandara Iskandar Pangkalanbun dan Bandara H Asan Sampit.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah, yang diungkapkan, Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofti M.A., dalam presrilisnya, menyebutkan,
Frekuensi penerbangan pesawat udara menurun 0,40 persen, dari 1.996 kali penerbangan untuk penerbangan bulan September 2018 menjadi 1.988 kali untuk penerbangan Bulan Oktober 2018.

Penurunan ini diikuti oleh berkurangnya jumlah aktivitas penumpang (3,92 persen), terutama dipengaruhi oleh menurunnya aktivitas penumpang datang (9,50 persen).

Baca: Menhan Ryamizard : Tak Ada Negosiasi, TNI Harus Tangani Pembunuhan 31 Pekerja Jembatan di Nduga

Baca: Sadis, 31 Pekerja Jembatan di Kabupaten Nduga Papua Diduga Dibunuh KKB Hanya Karena Lakukan Ini

Baca: Jokowi Perintahkan Ini Ke Panglima TNI dan Kapolri soal Pembunuhan 31 Pekerja Jembatan di Nduga

Penurunan frekuensi penerbangan pesawat juga berdampak pada menurunnya arus lalu lintas barang (1,78 persen), terutama berasal dari volume bongkar barang (3,18 persen). Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, frekuensi penerbangan pesawat selama Januari-Oktober 2018 masih terjadi kenaikan (10,57 persen).

Pertumbuhan layanan penerbangan ini mampu mengungkit kenaikan aktivitas penumpang (16,66 persen) dan barang (18,86 persen). Namun demikian, potensi layanan arus lalu lintas penumpang secara keseluruhan relatif masih rendah.

"Hal ini terlihat dari rata-rata aktivitas penumpang sekitar 173.588 orang per bulan, yang terdistribusi melalui tiga bandar udara utama di Kota Palangkaraya, Pangkalanbun, dan Sampit," ujarnya. (banjarmasonpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved