Seleksi PPPK

Dapat Gaji Rp 700 Ribu Per Bulan, Kadang Terlambat Dibayar, Noor Aniah Gembira Ada Seleksi PPPK

Guru honorer di SDN Mekarsari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar ini menyambut baik kesempatan tersebut.

Dapat Gaji Rp 700 Ribu Per Bulan, Kadang Terlambat Dibayar, Noor Aniah Gembira Ada Seleksi PPPK
BPost Cetak
BPost Cetak edisi Selasa (4/12/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Beda dengan Noor Aniah (40) warga Desa Mekarsari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar, Kalsel.

Guru honorer di SDN Mekarsari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar ini menyambut baik kesempatan tersebut.

"Mudah-mudahanlah benar. Karena tidak sedikit tenaga pengajar seperti saya, apalagi hanyalah mengantongi ijazah SMA, mengharapkan itu," ujarnya.

Aniah mengaku, dia telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan selama 14 tahun.

“Gaji saya sebagai guru honorer hanya Rp 700 ribu per bulan,” ujarnya.

Dengan gaji tersebut, kata Aniah, tak jarang dia harus mengelus dada.

Baca: Cerita Dewi Perssik 2 Jam Tunggu Aspri Hotman Paris, Ngaku Ketiduran sampai Bajunya Kumal

Baca: Link 104 Instansi! Pengumuman Hasil Tes SKD & Jadwal Tes SKB CPNS 2018, Cek Juga sscn.bkn.go.id

Baca: Ustadz Abdul Somad : Umat Cinta Kepada Ulama, Kebangkitan Islam Akan Datang dari Kalsel

Baca: Alasan Gading Marten dan Gisella Anastasia Tak Hadiri Sidang Perdana Perceraian di PN Jaksel

Baca: Ahmad Dhani Nyanyikan Lagu Sontoloyo, Ketika Ditanya Malah Lempar ke Fadli Zon

Ini lantaran terjadinya keterlambatan atas pembayaran honornya.

“Seperti saat ini saja, saya sudah dua bulan belum menerima gaji,” ujarnya.

Aniah mengaku keterlambatan pembayaran honor terjadi setahun terakhir ini.

Hal itu dikarenakan ada keterlambatan dana BOS yang dikucurkan oleh pemerintah.

"Rata-rata sih bisa sampai tiga bulan. Bahkan dulu pernah juga sampai lima atau enam bulan baru dibayar. Karena dana BOS belum turun, jadi bukan dari sekolah penyebabnya," jelasnya.

Senada diungkapkan Nur Huluwah (37).

“Saya sangat menyambut baik adanya rencana pembukaan seleksi PPPK pada 2019 mendatang,” ujarnya.

Sebagai guru honorer, kata Nur, dia hanya dapat gaji Rp 300 ribu per bulannya.

“Saya menjadi guru honorer dari tahun 2000 hingga sekarang. Ya mudah-mudahan dengan adanya seleksi PPPK itu bisa mengangkat derajat para guru honor lebih baik lagi," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved