Berita Kabupaten Banjar

Desa di Pelosok Banjar Ini Miliki Pesona Wisata Alam seperti di Loksado

Bahkan di pelosok Kabupaten Banjar ini juga memiliki sungai eksotis layaknya di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Desa di Pelosok Banjar Ini Miliki Pesona Wisata Alam seperti di Loksado
ist
Sekretaris Disbudpar Banjar Aidi Hikmatullah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kabupaten Banjar tak cuma berlimpah sumber daya alam tambang dan pertanian, tapi juga kaya objek wisata.

Bahkan di daerah ini juga memiliki sungai eksotis layaknya di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Apa itu? "Arung jeram. Memang berbeda karakteristiknya, tapi menurut saya tak kalah menariknya dengan arung jeram yang ada di Loksado," ucap Kepala Desa Paau, Kecamatan Aranio, Najmianor, Selasa (03/12/2018).

Panjang bentang sungainya tak kurang dari lima kilometer, tembus ke Desa Tiwinganlama (Kecamatan Aranio). Luas penampang sungainya sekitar 20 meter.

Karakteristik utama yang membedakan dengan sungai di Loksado, sebut Najmianor, terletak pada bebatuan. Di sungai Paau, bebatuannya umumnya besar hingga ada yang sebesar gubuk, sedangkan bebatuan di sungai Loksado kecil-kecil.

Baca: 4 Kisi-Kisi Soal Tes SKB CPNS 2018 Dari BKN Usai Ketahui Kelulusan Dari Hasil Tes SKD

Baca: Kisi-Kisi Soal Tes SKB CPNS 2018 Bagi Peserta Lolos Tes SKD dengan Sistem Ranking BKN

Baca: Respons Desy Ratnasari Atas Pernikahan Maia Estianty dan Irwan Mussry, Sebut Pria Ini Sabar dan Baik

Itu sebabnya arung jeram menggunakan bamboo rafting kurang memungkinkan. "Yang cocok di tempat kami yakni menggunakan sejenis perahu karet tunggal," sebut Najmianor.

Karenanya jika kelak arung jeram di desanya bisa diaktifkan, tidak akan menyaingi arung jeram di Loksado. Pasalnya, segmentasinya berbeda. Jadi, bisa sama-sama bertumbuhkembang dan saling menopang.

"Saya punya keyakinan sungai di kampung kami bisa menjadi wisata arung jeram yang prospektif layaknya di Loksado. Apalagi airnya sangat jernih dan segar sehingga akan jadi daya tarik tersendiri," tandasnya.

Namun Najmianor mengakui perlu biaya yang tak sedikit untuk mengembangkan wisata arung jeram di kampungnya. Soalnya, saat ini sama sekali belum ada akses jalan menuju sungai tersebut, sedangkan jaraknya dari induk desa lumayan jauh yakni sekitar tujuh kilometer.

"Harapan kami semoga pemerintah daerah melirik potensi wisata arung jeram di desa kami. Menjadi memungkinkan ketika misalnya dikemas dalam paket wisata dengan objek wisata di sejumlah desa lainnya di Kecamatan Aranio," cetusnya.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved