Pilpres 2019

Di Mata Najwa, Ferdinand Hutahaean Ungkap Alasan Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019

Di Mata Najwa, Ferdinand Hutahaean Ungkap Alasan Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019

Di Mata Najwa, Ferdinand Hutahaean Ungkap Alasan Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019
TRIBUNNEWS.COM/ILHAM RIAN PRATAMA
Kadiv Humas dan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ferdinand Hutahaean mengungkap alasannya pada pemilu 2019 mendatang, dirinya tidak lagi mendukung Pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Amin Ma'ruf di Pilpres 2019.

Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat itu mengungkapkan pilihannya di Pilpres 2019 berubah saat menghadiri acara Mata Najwa episode 'Barisan Para Mantan' Rabu (5/12/2018).

Dilansir TribunWow dari tayangan Mata Najwa, pembawa acara Najwa Shihab menjelaskan pada Pilpres 2014 lalu Ferdinand merupakan pendukung Jokowi dan pada Pilpres 2019 justru sebaliknya.

"Kalau kita lihat dimana-mana, masih banyak itu foto dan orasi anda, berjuang mati-matian bela Jokowi dan sekarang melakukan hal yang sebaliknya," kata Najwa Shihab.

Baca: Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu Dikelola Suami Inneke Koesherawati, Jaksa KPK : Istimewa

Baca: Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Lombok Utara NTB, Getarannya Terasa Hingga ke Bali

Najwa kemudian menanyakan kepada Ferdinand, apa yang menjadi alasan dirinya justru membelokkan dukungan pada Prabowo Subianto.

Tidak langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Njawa Shihab, Ferdinand justru memulainya dengan menceritakan kisah awal dirinya mengenal sosok Jokowi.

"Ya inilah politik dan dinamikanya, saya dulu mengenal Pak Jokowi ini sejak beliau datang ke Jakarta membawa Mobil Esemka, waktu itu masih nongkrong di Taman Proklamasi, itulah awal saya mengenal beliau."

"Kemudian saya tertarik, sebetulnya siapa dan apa misinya, akhirnya sejak saat itu sering banyak yang kumpul, banyak dorongan politik yang muncul dari masyarakat langsung, tidak ada yang mengomando dari atas, akhirnya sekitar bulan Mei 2012 kalau tidak salah, adalah kongres relawan di Bandung yang pertama," terang Ferdinand.

Kadiv Humas dan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Kadiv Humas dan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean. (TRIBUNNEWS.COM/ILHAM RIAN PRATAMA)

Ferdinand lantas menjelaskan jika awal pertemuan dengan Jokowi, ia merasa jika Jokowi mengerti ajaran Presiden pertama Indonesia Soekarno, Trisakti.

"Jadi pada saat dulu, saya mengenal Pak Jokowi itu orang yang sepertinya mengerti betul ajaran Bung Karno, karena setiap kita berdiskusi selalu berbicara tentang Trisakti dan saya pengagum ajaran Bung Karno betul, semua ajaran Bung Karno saya kagumi dan saya hafal betul," Lanjut Ferdinand.

Halaman
123
Editor: Rendy Nicko
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved