Berita Nasional

Kemenkeu Bakal Naikkan Gaji Kepala Daerah, Sri Mulyani: Supaya Kepala Daerah Tidak Korupsi

"Kita melakukan kajian, kita juga menyampaikan kepada Pak Presiden, karena presiden juga punya konsentrasi yang sama"

Kemenkeu Bakal Naikkan Gaji Kepala Daerah, Sri Mulyani: Supaya Kepala Daerah Tidak Korupsi
MURTI ALI LINGGA/KOMPAS.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (kanan) berfoto bersama seusai menjadi pembicara dalam Festival Media Digital Pemerintah dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sedang mengkaji terkait perubahan remunerasi kepala daerah di Indonesia.

Hal ini dilakukan seiring dengan masih banyaknya pejabat selevel kepala daerah yang tersandung kasus korupsi dan harus berhubungan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kita melakukan kajian, kita juga menyampaikan kepada Pak Presiden, karena presiden juga punya konsentrasi yang sama seluruh tatanan remunerasi. Terutama untuk pejabat-pejabat di daerah," kata Sri Mulyani di Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

Sri Mulyani menuturkan, hasil kajian itu segera disampaikan dalam waktu dekat ini. Mereka kini tengah mempelajari seberapa besar dampak kenaikan gaji itu, supaya kepala daerah tidak korupsi.

Baca: Hasil Liga Inggris Pekan 15 - Gara-gara De Gea, Man United Gagal Kalahkan Arsenal

"Tentu kita akan lihat bagaimana implikasinya terhadap penyelenggaraan (pemerintahan)," ujarnya.

Menurut dia, saat ini seluruh komponen remunerasi dan tunjangan kepala daerah perlu diperbaiki secara sistematik serta menyuruh.

Baca: Inter Milan Sekarat!, Cuma Menang Sekali dalam 5 Laga Terakhir Liga Italia

Namun, kini belum ada kajian seberapa mendesak perubahan remunerasi itu.

"Sehinga memang sudah saatnya perlu untuk dibenahi secara baik," pungkasnya.

Menkeu tidak menyampaikan sejak kapan kajian itu sudah dibahas maupun kapan akan diselesaikan. Sri Mulyani pun berharap ada masukan serta saran yang solutif untuk menentukan kebijakan terkait remunerasi kepala daerah.

Baca: Persebaya Vs PSIS Tidak Ikuti Pertandingan Serentak Sesuai Jadwal Liga 1 2018, Ini Penyebabnya

"Jadi kalau ada masukan dari KPK, tentu ini adalah suatu hal yang baik. Yang nanti kita pakai (tampung) juga," tandasnya

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved