Opini Publik

Mempertahankan Meratus, Diukur Berdasarkan Analisis Manfaat dan Biaya

Penterhadap salah satu rencana kegiatan tambang batu bara di daerah Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalsel masih menjadi pembicaraan hangat.

Mempertahankan Meratus, Diukur Berdasarkan Analisis Manfaat dan Biaya
istimewa/ panitia lomba desain poster
Desain Poster Juara 1 #savemeratus yang diselengarakan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan 

Oleh: DR H Abdul Haris Fakhmi ST MT, Peneliti Lingkungan dan Pertambangan

Penterhadap salah satu rencana kegiatan tambang batu bara di daerah Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalsel masih menjadi pembicaraan hangat. Walaupun gugatan secara hukum dimenangkan pihak perusahaan, namun gelombang penolakan terus dilakukan. Gerakan penolakan secara massal oleh masyarakat ini demi mempertahankan komitmen bersama Hulu Sungai Tengah (HST) bebas tambang, demi mempertahankan pegunungan meratus.

Reaksi masyarakat bermula ketika izin usaha pertambangan operasi produksi PKP2B di daerah tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat. Dijelaskan Kepala Biro Komunikasi ESDM bahwa status PKP2B sesuai Surat Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 441.K/30/DJB/2017 tentang Penyesuaian Tahap kegiatan (PKP2B) PT Mantimin Coal Mining (MCM) dinaikkan status dari ekplorasi ke produksi, yang meliputi tiga kawasan Balangan, Tabalong dan HST (Batutangga). Kementerian ESDM lanjut menjelaskan bahwa kawasan yang sudah clear secara aturan prosedur yaitu kawasan Tabalong dan Paringin sedangkan HST belum clear karena belum mendapat persetujuan AMDAL.

Pasca terbitnya SK tersebut muncul berbagai reaksi penolakan dari LSM pemerhati lingkungan dan para tokoh masyarakat atas rencana pertambangan tersebut. Pemerintah daerah menyatakan tidak akan memproses AMDAL karena ada penolakan dari masyarakat sebagai elemen penting objek penerima dampak.

Status Kawasan Meratus
Pegunungan Meratus berada di tenggara Pulau Kalimantan membelah Provinsi Kalimantan Selatan menjadi dua, membentang sepanjang 600 Km2 dari arah tenggara dan membelok ke arah utara hingga perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Untuk wilayah Kalimantan Selatan pegunungan Meratus ini berada pada 8 Wilayah Kabupaten terdiri dari HST, Balangan, Tanjung, HSS, Tapin, Kabupaten Banjar, Tanahlaut dan Kotabaru.

Pegunungan Meratus memiliki kekayaan aneka ragam flora dan fauna, memiliki fungsi hidrologis bagi DAS di bawahnya seperti Batangalai, Sungai Barabai dan Sungai Amandit yang mengalir ke barat menuju Sungai Barito.

Saat ini kawasan Pegunungan Meratus merupakan kawasan hutan lindung sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 2828/KPTS-II/2002. Pegunungan Meratus agar dipertahankan dan dilindungi. Tepat pula jika pegunungan meratus disebut sebagai benteng alam ekosistem banua.

Tidak Layak Lingkungan
Prosedur untuk menentukan kelayakan sebuah proyek pertambangan terlebih dahulu perlu diketahui latar belakang rencana pembangunan, evaluasi administratif perizinan pendukung lintas sektoral seperti kesesuaian tata ruang, status kepemilikan lahan, evaluasi teknis & ekonomis serta kelayakan lingkungan.

Permasalahan selama ini, untuk mengambil sebuah kebijakan pembangunan belum melalui Analisis Status Keberlanjutan secara kuantitatif dan kajian analisis manfaat dan biaya.

Berbagai pertanyaan muncul mengapa izin usaha pertambangan ini tetap dikeluarkan pemerintah pusat, sementara masyarakat sudah menyatakan menolak sejak lama. Kewenangan Perizinan PKP2B berada pada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian ESDM Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved