Pilpres 2019

Penjelasan Tedjo Edhy Soal Dukungan Pilpres 2019 Dari Jokowi-Ma'ruf ke Prabowo di Mata Najwa

Penjelasan Tedjo Edhy Soal Dukungan Pilpres 2019 Dari Jokowi-Ma'ruf ke Prabowo di Mata Najwa

Penjelasan Tedjo Edhy Soal Dukungan Pilpres 2019 Dari Jokowi-Ma'ruf ke Prabowo di Mata Najwa
banjarmasinpost.co.id/net
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy Purdijatno 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tedjo Edhy Purdijatno beri penjelasan soal tudingan mendukung Prabowo Subianto lantaran sakit hati dicopot Jokowi jelang Pilpres 2019.

Wakil Ketua Dewan Penasehat BPN Prabowo-Sandiaga, Tedjo Edhy Purdijatno diketahui sempat menjadi Menkopolhukam di era Jokowi jauh sebelum Pilpres 2019.

Kemudian, posisi Menko Polhukam kala itu direshuffle oleh Jokowi dengan Luhut Panjaitan mendekati Pilpres 2019. Tedjo Edhy Purdijatno tercatat menjadi Menko Polhukam selama 10 bulan.

Mantan Menko Polhukam Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa dilansir TribunJakarta.com pada Kamis (6/12/2018) membuka suara terkait dirinya beralih dukungan di Pilpres 2019.

Baca: Tak Hanya Sekali, Gisella Anastasia Berkali-kali Minta Cerai ke Gading Marten, Cris : Lebih Sekali

Baca: Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Lombok, Warga Berhamburan ke Luar Rumah, Anak TK Menangis

Baca: Video David De Gea Tangkap Angin Saat Hasil Imbang 2-2 Manchester United vs Arsenal Liga Inggris

Baca: Di Mata Najwa, Ferdinand Hutahaean Ungkap Alasan Tak Dukung Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019

Di awal perbincangan, Tedjo Edhy Purdijatno menceritakan dirinya dicopot oleh Jokowi kala itu.

"Bagi seorang militer setelah pensiun itu, saya diminta Pak SBY boleh melakukan bisnis atau politik. Saya lebih tertarik politik karena kalau bisnis dan militer itu lebih susah."

"Pada waktu saya belum masuk partai di ormas Demokrat, di sana ada kajian dan lalu membentuk partai. Saya lah yang turut membentuk Partai NasDem. Kemudian, NasDem menjatuhkan pilihannya pada Pak Jokowi. Saya sebagai seorang militer itu setia dan loyal serta taat pada organisasi. Sehingga pada waktu itu jadi tim pemenangan Pak Jokowi secara organisasi," ungkap Tedjo Edhy Purdijatno.

Baca: Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Lombok Utara NTB, Getarannya Terasa Hingga ke Bali

Baca: Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu Dikelola Suami Inneke Koesherawati, Jaksa KPK : Istimewa

Selanjutnya, Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, ia masuk ke kabinet Jokowi.

Jokowi (Istimewa Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden)
Kendati dirinya kini dicopot dari posisi menteri, Tedjo Edhy Purdijatno menuturkan ia tak sakit hati.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dukung Prabowo Subianto Selepas Dicopot Jokowi, Tedjo Edhy Purdijatno Sangkal Sakit Hati

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved