Berita Tanahlaut

Proyek Selasar Bangunan Sekolah Dasar di Angsau Pelaihari Dipertanyakan Wali Siswa

Rencana proyek pembangunan selasar sekolah yang dirapatkan di sekolah dasar Angsau di kawasan Jalan Datu Insad, Kelurahan Angsau

Proyek Selasar Bangunan Sekolah Dasar di Angsau Pelaihari Dipertanyakan Wali Siswa
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Ilustrasi - SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Rencana proyek pembangunan selasar sekolah yang dirapatkan di sekolah dasar Angsau di kawasan Jalan Datu Insad, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kamis (6/12/2018) dipertanyakan.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id dari orangtua siswa, proyek fisik itu masih direncanakan dan melibatkan orangtua siswa dengan cara memungut dana sebesar Rp 350 ribu per siswa.

Royani, orangtua siswa sekolah dasar itu meminta agar rencana pungutan dana itu dievaluasi dan ditinjau ulang. Itu karena peruntukan pembangunan selasar sekolah sepanjang 10 meter, dana pembangunan fisik itu dibebankan kepada orangtua siswa.

Warga Komplek CIP Angsau ini mengaku heran pungutan dana itu justru bukan untuk pembangunan kompetensi dan sumber daya siswa.

Baca: Kalapas Dapat Imbalan Dari Suami Inneke Koesherawati yang Kelola Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu

Baca: Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu Dikelola Suami Inneke Koesherawati, Jaksa KPK : Istimewa

Baca: Sudah Jadi Istri Irwan Mussry, Maia Estianty Sebut Pelakor Depan Dul Jaelani, Untuk Mulan Jameela?

Baca: Gading Marten Ingin Segera Cerai, Gisel Malah Bilang Mana Bisa, Ternyata Ini Masalahnya

Menurutnya jika pungutan yang dirapatkan komite sekolah dasar untuk peningkatan minat dan bakat agar siswa berprestasi, tidak menjadi persoalan.

Misalnya, dana pungutan itu demi membayar guru bahasa inggris bagi siswa untuk pelajaran tambahan atau membayar pelatih bela diri bagi siswa atau pelatihan fashion show tidak masalah.

"Ini pungutan dana untuk membangun selasar sekolah, demi agar siswa tidak kepanasan dan kehujanan. Sangat pentingkah proyek fisik yang seharusnya menjadi domain pemerintah," katanya.

Kalaupun pemerintah tidak dapat mengalokasi dana untuk pembangunan fisik selasar sekolah, Royani meminta pihak sekolah melakukan penggalangan dana secara smart.

"Misalnya dengan pendekatan kepada para pengusaha atau melibatkan perusahaan di sekitar sekolah," katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved