Tajuk

Waspada Musim Hujan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah menyampaikan prakiraan bahwa di Indonesia awal musim hujan 2018/2019

Waspada Musim Hujan
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Banjir yang merendam jalan tersebut menjadi langganan tiap kali hujan deras atau intensitas hujan tinggi. 

WARGA di Kalimantan Selatan (Kalsel) dihadapkan pada ancaman bencana di kala memasuki dua musim berbeda. Saat kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang biasa disertai kabut asap harus dihadapi. Kemudian saat memasuki musim hujan, banjir dan longsor juga mulai melanda.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah menyampaikan prakiraan bahwa di Indonesia awal musim hujan 2018/2019 akan terjadi pada Oktober-November-Desember 2018. Dan untuk wilayah Kalimantan dan Papua terjadi di bulan Desember 2018.

Di Banjarmasin, hujan deras dalam tempo singkat telah membuat sejumlah wilayah di tengah kota calap.

Begitu pula dengan sejumlah proyek baru seperti pembangunan trotoar di sepanjang Jalan A Yani, atau penyiringan di Jalan Veteran, umpamanya. Apakah berpengaruh pada kondisi permukaan air saat hujan atau tidak.

Menyempitnya sungai, atau bahkan matinya aliran sungai, lagi-lagi menjadi isu sentral dalam melihat faktor ‘calap’ di Kota Seribu Sungai.

Belum lagi kondisi calap yang sifatnya laten, seperti di Jalan P Samudera dan kawasan pasar, akankah bisa terpecahkan, atau justru makin parah.

Untuk wilayah yang langganan banjir dan kebetulan menjadi areal publik, sudah saatnya dibuat satu program yang ekstrem dan terpadu. Banjir di Banjarmasin tak bisa diselesaikan sepotong-sepotong.

Lalu di wilayah pesisir, hujan dan badai berpengaruh pada mata pencaharian warga yang sebagian besar merupakan nelayan. Ancaman badai dan tingginya ombak, menjadi awal musim paceklik bagi nelayan. Tentunya langkah antisipasi yang mesti dilakukan juga berbeda. Tak semata pada ancaman kecelakaan, namun juga pada kelangsungan kehidupan warga yang bakal terganggu mata pencahariannya.

Begitu juga di wilayah hulu sungai, mengacu pada 2017, dengan tingginya angka banjir, longsor dan puting beliung, sudah saatnya diaktifkan posko siaga darurat, termasuk untuk memantau sejumlah sungai yang menjadi langganan banjir.

Apalagi, di akhir tahun juga dihadapkan pada persiapan Natal dan Tahun Baru. Tentu aparat harus bekerja ekstra dan mengantisipasi segala aspek, termasuk ekonomi yaitu mobilitas barang untuk kebutuhan akhir tahun.

Tak lupa dari kesemuanya yaitu komunikasi. Instansi yang berwenang harus mengambil peran utama sebagai pusat informasi, untuk mencegah misskomunikasi dan ketakutan warga. Maklum saja, era sosial media berbagai informasi berseliweran tanpa bisa dipertanggungjawabkan. Tak elok bila bencana dijadikan bahan hoaks. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved