Berita Banjarbaru

Di Hari yang Dinantikan itu, Para Siswa SLB se Kalsel Bebas Berkreasi dan Berimajinasi

Dia yang merupakan anak berkebutuhan khusus atau autis yang saat ini menempuh pendidikan SD di SLBC Negeri Pembina Banjarbaru Kalsel

Di Hari yang Dinantikan itu, Para Siswa SLB se Kalsel Bebas Berkreasi dan Berimajinasi
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Jumat (7/12/2018)

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - PENAMPILAN Aqsa saat berpidato di depan umum sangat memukau.

Dia yang merupakan anak berkebutuhan khusus atau autis yang saat ini menempuh pendidikan SD di SLBC Negeri Pembina Banjarbaru Kalsel ini berpidato menggunakan Bahasa Inggris.

Ia dipilih tampil membawakan pidato dalam Bahasa Inggris dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional karena kemampuannya yang sudah lebih baik dari murid lain.

Baca: Gisella Anastasia Nyaris Nangis Gara-Gara Boy William, Ini Komentar Gading Marten

Baca: 6 Fakta Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu yang Dikelola Suami Inneke Koesherawati, Jejak 3 Koruptor

Baca: Reaksi Dinas Pendidikan Banjarbaru Soal Video Cewek Remaja Hajar Cewek Remaja Viral

Baca: 6 Fakta Drama Penyelamatan Penumpang Pesawat Lion Air JT 311 yang Kritis Saat Mengudara

"Dia memang kita pilih tampil berpidato bahasa Inggris karena dia memang berpotensi, jadi terus kita asah dan akhirnya dia mampu," jelas Kepala Sekolah SLB C Negeri Pembina Kalsel, Rosita Sari, Kamis (6/12).

Lebih lanjut dia mengatakan, hari Disabilas adalah hari yang ditunggu-tunggu penyandang disabilitas.

Berbeda dengan pelajar sekolah umum, di SLB, peringatan ulangtahun sekolah diganti dengan hari disabilitas.

Dalam peringatan hari disabilitas kali itu ada 11 SLB di Kalsel dan sembilan sekolah inklusi turut bergabung.

Peringatan hari disabilitas untuk kalangan pelajar sebut Rosita memang difokuskan di SLBC Negeri Pembina Kalsel.

"Di hari ini mereka bebas berkreasi dan berimajinasi dan menampilkan bakat mereka. Kita sengaja mengadakan kegiatan seperti ini agar anak melihat dari action temannya dan akan mengikuti dengan memiliki potensi masing-masing," jelasnya.

Tak hanya memamerkan bakat akting dalam teater, menyanyi dan menari, hasil karya siswa SLB dan sekolah inklusi juga diikutkan dalam kegiatan karnaval pakaian limbah daur ulang.

Anak disabilitas dari seluruh wilayah di Kalsel turut menyemarakkan karnaval pakaian daur ulang.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yang diwakili Disdikbud akan terus memberikan dukungan terbaik bagi sekolah.

Tak hanya sekolah umum, namun juga sekolah pendidikan khusus.

Ia juga berpesan agar guru terus belajar dan mengasah kemampuan diri agar bisa menjadi guru yang profesional.

"Guru tak hanya mengerti cara mendidik tapi juga harus mengerti psikologis anak jadi bagi para guru terus belajar dan kuasai materi," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved