Berita Hulu Sungai Tengah

HST Waspada! Kasus DBD Capai 106 Penderita, Bocah Ini Harus Dilarikan ke Banjarmasin

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Hulu Sungai Tengah (HST) sejak Agustus hingga hari ini Jumat (7/12/2018), tercatat ada 106 orang terserang virus

HST Waspada! Kasus DBD Capai 106 Penderita, Bocah Ini Harus Dilarikan ke Banjarmasin
Mahya untuk Banjarmasinpost.co.id
Salah satu penderita DBD di ruang anak, Safira (4) yang sempat dirawat di selasar Rs Damanhuri Barabai, yang teah di rujuk ke rumah sakit Sari Mulia Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kasus penderita penyakit demam berdarah dangue (DBD), terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Hulu Sungai Tengah (HST) sejak Agustus hingga hari ini Jumat (7/12/2018), tercatat ada 106 orang terserang virus yang dibawa nyamuk aedes aegypti tersebut.

Dinas Kesehatan pun bersyukur, sejauh ini tidak ada kasus penderita meninggal dunia, karena para orangtua segera membawanya ke rumah sakit.

Meski demikian, imbauan agar masyarakat melakukan upaya pencegahan dengan gerakan menguras bak mandi, mengubur barang bekas yang tak terpakai yang berpotensi menjadi media sarang nyamuk, menutup tempat-tempat penampungan air, serta memantau semua wadah yang bisa menjadi tempat berkembangbiak jentik terus dilakukan.

Baca: Airin Rachmi Diany Tentang Kabar Suami Sekamar Artis di Hotel, Kinerja Airin Terpengaruh?

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Link Live Streaming MNC TV Timnas Futsal Indonesia vs Malaysia AFC U-20 2019

“Kami terus sosialisasikan melaui radio, grup-grup WA, media sosial dan media massa terkait pencegahan dan penanggulangan DBD. Khusus untuk pencegahan, upaya paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamu, melalui 3 M Plus tadi,” kata Kepala Bidang Pemberantasan dan. Penanggulangan Penyakit, DInkes HST Salahuddin, kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (7/12/2018).

Baca: Jelang Laga Peseban Banjarmasin Vs Kalteng Putra Piala Indonesia 2018, Ini Ambisi Besar Denny!

Diakui, untuk tahun 2018, terjadi lonjakan jumlah kasus DBD, dimana dalam kurun waktu lempat bulan sudah ada 106 kasus. “Untuk 2017, hanya ada 14 kasus. Untuk itu HST saat ini dalam status waspada DPB,”tambahnya.

Sementara itu, sekita dua pekan lalu, ruang anak di RS Damanhuri Barabai dipadati pasien DBD. Bahkan, beberapa pasien sempat dirawat di selasar rumah sakit, karena kamar perawatan full apsien.

Salah satu orangtua penderita DBD, Mahya, mengaku beberapa hari anaknya Safira (4) dirawat di selasar setelah sebelumnya mengalami demam dan panas yang tinggi di rumah. “Setelah saya cek darahnya ke lab, ternyata positif demam berdarah,”kata Mahya.

Baca: Jadwal Persija Jakarta Vs Mitra Kukar Pekan 34 Liga 1 2018, Teco Sebut Peran The Jakmania

Dijelaskan, saat dinyatakan positif, trombosif Safira hanya 96 ribu. Safira pun akhirnya dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta di Banjarmasin.

“Saat di bawa ke Banjarmasin, trobositnya hanya 58 ribu. Sekarang sudah negative. Tapi malah menderita penyakit lain, tipes dan gangguan fungsi hati , dimana kadar SGOT dan SGPT-nya naik,” tutur Mahya.

Mengenai alasan dirujuknya Safiram jelas Mahya karena trombositnya terus anjlok. Sementara dokter anaknya, harus ke luar daerah untuk mengikuti pelatihan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved