Melihat Okenya Tunanetra di Bumi Barakat

Jago Menulis Cerpen, Tunatra Kabupaten Banjar Ini Gunakan Aplikasi Khusus Ini di Laptop

Teramat sukar memang jika dibayangkan. Namun faktanya, penyandang disabilitas netra banyak yang pandai menulis.

Jago Menulis Cerpen, Tunatra Kabupaten Banjar Ini Gunakan Aplikasi Khusus Ini di Laptop
AAN SETIAWAN UNTUK BANJARMASINPOST.CO.ID
Muhammad mangasah kemampuannya membikin cerpen melalui alat bantu laptop melalui aplikasi khusus. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - BAGI orang awam tentu sulit membayangkan dan pasti muncul tanda tanya besar, kok bisa tunanetra di Kabupaten Banjar yang tidak bisa melihat namun pandai menulis cerpen. Apalagi hingga juara nasional.

Teramat sukar memang jika dibayangkan. Namun faktanya, penyandang disabilitas netra banyak yang pandai menulis. Seperti halnya Muhammad siswa SLB-A Negeri 3 Martapura yang piawai menulis cerpen dan Ikhsanul Sodikin siswa SLB-A Negeri 3 Martapura yang pandai menulis dan membaca puisi.

Bagaimana caranya? "Mereka menggunakan alat bantu laptop. Nulisnya melalui aplikasi/program khusus yaitu Non Visual Dekstop Acces (NVDA)," beber Aan Setiawan, guru SLB-A Negeri 3 Martapura, Jumat (05/12/2018).

Baca: Bocoran Desain Avanza di Media Sosial, Jadi MPV Terpopuler di Indonesia

Baca: Tak Bisa Melihat tapi Juara Nulis Cerpen, Kok Bisa Ya? Ini Fakta dan Karyanya

Baca: Jadwal Liga Inggris Lanjutan Pekan 16, Chelsea Vs Manchester City, Jadi Sorotan!

Selain itu, beber guru muda ini, bisa juga melalui program Job Access with Speech (JAWS). Melalui kedua jenis program ini, maka tombol huruf menjadi bernotifikasi atau berbunyi sesuai jenis hurufnya ketika tombol papan ketiknya ditekan.

"Karena ada bunyi atau suaranya, maka ketika mengetik dan misalnya salah tekan huruf, seketika itu juga akan ketahuan. Jadi, tinggal diperbaiki dengan menekan tombol huruf yang benar. Ini kunci dasarnya memang harus hafal letak tombol-tombol huruf," jelas Aan.

Dikatakannya, cara kerja program NVDA atau JAWS tersebut sederhana yakni membaca layar monitor atau screen reader berdasar input (huruf) yang terketik. Karenanya para tunanetra bisa mudah menulis apa pun seperti cerpen, puisi atau lainnnya.

"Apalagi kalau sudah sangat hafal letak tombol-tombol huruf di papan ketik (keyboard), bisa cepat juga menulis/mengetiknya seperti manusia normal lainnya," tandas Aan.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved