Melihat Okenya Tunanetra di Bumi Barakat

Meski Tunanetra, Tapi Orang ini Aktif Berinteraksi di Media Sosial, Terungkap Begini Caranya

Kalangan tunanetra di Kabupaten Banjar pun kini juga sangat akrab dengan dunia maya tersebut.

Meski Tunanetra, Tapi Orang ini Aktif Berinteraksi di Media Sosial, Terungkap Begini Caranya
Idda Royani
Farid Surya, penghuni PSBN Fajar Harapan yang juga seorang seniman. Ia piawai menciptakan lagu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - PADA era digital dan teknologi informasi saat ini, dunia maya benar-benar telah menjelma menjadi rumah kedua bagi manusia. Bahkan sebagian orang rela menghabiskan separuh waktunya untuk berselancar di dunia tanpa batas itu.

Jangan dikira dunia kedua manusia itu cuma milik orang-orang yang berpanca indera normal. Kalangan tunanetra di Kabupaten Banjar pun kini juga sangat akrab dengan dunia maya tersebut.

Bahkan, mereka juga sangat aktif berinteraksi melalui jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan lainnya. Termasuk aktif berkomunikasi melalui telepon nirkabel.

Baca: Banjarmasin Kembali Buat Prestasi, Sajian Nasi Astakona Terbesar Kini Tercatat di MURI

Baca: Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs PSIS Semarang Liga 1 2018 Pekan 34 Live Indosiar

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Hari Ini, Pekan 34 Laga Penentu di Akhir Kompetisi Liga 1 2018

"Pelajar di SLB-A Negeri 3 Martapura maupun penghuni Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Fajar Harapan bahkan punya grup di media sosial (medsos), juga punya grup di Whatsapp. Sama seperti kita-kita juga, manusia normal," ucap Aan Setiawan, guru SLB-A Negeri 3 Martapura, Jumat (07/12/2018).

Muhammad, misalnya. Juara nasional lomba menulis cerpen 2018 ini bahkan punya beberapa komunitas IT di dunia maya. Di antaranya Team Talk dan Grup FB ITcFB dan IT for Blind.

Ia menuturkan interaksi tersebut bisa mereka lakukan berkat adanya program Non Visual Dekstop Acces (NVDA) atau Job Access With Speech (JAWS). Melalui program khusus ini, tombol papan ketik di laptop menjadi bersuara.

"Begitu halnya di telepon selular, ada juga aplikasinya untuk membantu orang-orang seperti kami. Jadi, tombol hurufnya menjadi bersuara saat ditekan. Aplikasi jenis ini tersedia pada semua jenis perangkat ponsel pintar yang ada saat ini," tutur Farid Surya, penghuni PSBN Fajar Harapan.

Lelaki berusia 32 tahun yang piawai memainkan gitar dan pandai mencipta lagu ini mengatakan program/aplikasi khsusus tersebut sangat bermanfaat bagi para penyandang disabilitas netra. Interaksi dan komunikasi menjadi lebih mudah dan terasa dekat.

"Kami juga bisa berinteraksi dengan sesama penyandang disabilitas netra dari daerah-daerah lain. Kehadiran teknologi informasi saat ini benar-benar terasa manfaatnya bagi kami," ucap Farid.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved