Melihat Okenya Tunanetra di Bumi Barakat

Murid Jadi 'Guru' Latih Kesabaran, 'Tak Perlu Banyak Menyampaikan Materi'

Banyak suka duka yang ia alami dan rasakan selama mengabdi di SLB-A Negeri 3 Martapura.

Murid Jadi 'Guru' Latih Kesabaran, 'Tak Perlu Banyak Menyampaikan Materi'
Idda Royani
Para pelajar SLB-A Negeri 3 Martapura antusias mengikuti kegiatan menulis puisi dengan huruf latin braille pada Hari Peringatan Disabilitas Internasional, Rabu (05/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - PENYANDANG disabilitas adalah orang-orang istimewa. Karenanya, para pengajarnya pun tentu orang-orang pilihan pula karena pastinya tak mudah menunaikan tugas di tempat luar biasa seperti itu.

Hal itu dirasakan oleh Aan Setiawan, pengajar di SLB-A Negeri 3 Martapura, Kabupaten Banjar. Guru muda ini justru sangat bangga dan senang berkesempatan menjadi tenaga pengajar di sekolah luar biasa dan tiap hari berinteraksi dengan penyandang disabilitas.

Banyak suka duka yang ia alami dan rasakan selama mengabdi di SLB-A Negeri 3 Martapura. "Kalau saya, sukanya karena seru. Bagi saya istimewanya mengajar di SLB ini yakni muridku adalah guruku. Murid menjadi 'guru' yang mengajarkan pada saya untuk memahami karakter mereka," ucapnya, Jumat (07/12/2018).

Baca: VIDEO Adik Kandung Vicky Prasetyo Diserang 7 Orang Bersenjata, Polisi Sebut Kelompok Ini Pelakunya

Baca: VIDEO Live Streaming Persib Bandung Vs Barito Putera, Wajib Menang, Maung Tutup Musim dengan Manis

Tentu dalam mengajar mesti selalu menjadi teladan yang baik, termasuk dalam hal bertutur kata. "Kalau berbicara misalnya, mesti yang lembut agar tidak membuat mereka tersinggung," tandas Aan.

Dikatakannya, ada tantangan tersendiri mengajar di lingkungan SLB karena mesti adaptif. Artinya, pola pengajaran disesuaikan dengan kemampuan anak didik.

"Tak perlu terlalu banyak menyampaikan materi. Sedikit saja, namun disampaikan secara berulang-ulang hingga mereka paham," beber Aan.

Bagaimana dukanya? "Ketika saya gak bisa menjawab pertanyaan mereka. Misal ada murid yang menanyakan sesuatu yang memang belum pernah saya ketahui," aku Aan.

Contohnya pada Arab braille. "Bagaimana dengan kitab kuning yang gak ada harokatnya. Kan harus memberi contoh dan membawa kitabnya, lalu menjelaskan bedanya dengan tulisan arab di Alquran," papar Aan.

(banjarmasinpoar.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved