Penembakan di Papua

Putranya Termasuk Korban Penembakan di Papua, Hanya ini Komunikasi Terakhir Rikki dan Ayahnya

Edison Simanjuntak (69) berharap Rikki Cardo Simanjuntak, putranya, segera ditemukan.

Putranya Termasuk Korban Penembakan di Papua, Hanya ini Komunikasi Terakhir Rikki dan Ayahnya
BPost Cetak
BPost cetak edisi Sabtu (8/12/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MEDAN - Edison Simanjuntak (69) berharap Rikki Cardo Simanjuntak, putranya, segera ditemukan.

Ia cemas sebab sang anak belum diketahui keberadaannya hingga Jumat (7/12), sepekan setelah penembakan mati 19 orang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Puncak Kabo, Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi Kabupaten Nduga, Papua.

Menurut TNI, jasad lima orang lainnya masih hilang.

"Mohon kepada Bapak Presiden RI Jokowi, atau pun bapak Luhut (Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, red), temukan anak saya. Saya orang Batak yang susah. Sesudah datang berita ini, tensi saya pun sudah menurun. Makan pun tidak bisa, mohon kepada Bapak Luhut," kata Edison saat ditemui di kediamannya di Desa Napitupulu Bagasan Sosor Dolok, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, kemarin.

Baca: Foto Ini Buat Netizen Curiga Luna Maya dan Faisal Nasimuddin Sama-Sama Liburan Di Bali

Baca: Cek 3 Poin Penting di Tes SKB CPNS 2018, Kisi-Kisi Soal Tes SKB dan Jabatan yang Dilamar

Baca: Download Kisi-Kisi Soal Tes SKB CPNS 2018 di Sini, Pahami Tes CAT dan Tes Wawancara Kewarganegaraan

Baca: VIDEO Adik Kandung Vicky Prasetyo Diserang 7 Orang Bersenjata, Polisi Sebut Kelompok Ini Pelakunya

Baca: Egianus Kogoya Disebut-sebut Otak Pembantaian Pekerja di Nduga Papua, Ini Jejak Rekamnya

Edison menyebut Rikki sudah setahun menjadi karyawan PT Istaka Karya (Persero) dan mengerjakan proyek jembatan Trans Papua.

PT Istaka Karya (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia bergerak di bidang konstruksi.

Terakhir berkomunikasi dengan putranya pada Rabu, 28 November 2018 lalu, hingga kemarin mereka belum mendapatkan informasi dari pemerintah pusat, baik Pemkab Tobasa terkait keberadaan Rikki di Papua.

Menurut Edison, beberapa waktu lalu setelah Rikki bekerja di Nduga, memang pernah diberhentikan penduduk dan diminta untuk pulang.
Namun, tidak diketahui pasti pihak darimana yang mengusir mereka dari lokasi pengerjaan jembatan.

Pada Rabu 28 November, Edison berkomunikasi dengan Rikki melalui sambungan telepon.

Ketika itu, Rikki meminta sang ayah agar memperbaiki telepon genggamnya supaya dapat berkomunikasi lebih lancar.

Setelah itu menurut informasi yang didapat Edison, Rikki dan korban lainnya diminta lagi untuk kembali ke lokasi pada 1 Desember dan bekerja.

Pada hari yang sama ia mendapat kabar dari Wamena, Rikki ikut menjadi korban kelompok bersenjata di Papua.

Saat mendapat kabar tersebut, sempat disebut nama Rikki masuk dalam daftar korban meninggal, tercantum pada nomor urut 23 di daftar-daftar yang meninggal.

Namun ternyata, hingga saat ini, fisik Rikki baik hidup maupun jasadnya belum ditemukan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved