Melihat Okenya Tunanetra di Bumi Barakat

Tak Bisa Melihat tapi Juara Nulis Cerpen, Kok Bisa Ya? Ini Fakta dan Karyanya

Di tengah keterbatasan fisik itu, mereka mampu membuktikan punya kemampuan seperti orang-orang norma

Tak Bisa Melihat tapi Juara Nulis Cerpen, Kok Bisa Ya? Ini Fakta dan Karyanya
Idda Royani
Ikhsanul Sodikin selalu ekspresif tiap membaca puisi, seperti saat tampil pada peringatan Hari Disabilitas Internasional, Rabu (05/12/2018) di PSBN Fajar Harapan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - TAK dipungkiri, panca indera memang begitu berharga, namun itu bukan lah segalanya dalam hidup ini. Tekad kuat dan semangat pantang menyerah lah yang menjadi penentu kesuksesan seseorang.

Hal itu pula yang selama ini dimaknai oleh para tunanetra yang menghuni Panti Sosial Bina Sejahtera (PSBN) Fajar Harapan. Di asrama yang beralamat di Jalan A Yani Km 37,5, Martapura, Kabupaten Banjar, ini lah mereka belajar berkarya.

Di tengah keterbatasan fisik itu, mereka mampu membuktikan punya kemampuan seperti orang-orang normal lainnya. Bahkan dua bulan lalu, dua orang dari mereka sukses meraih juara nasional menulis cerpen dan puisi.

Baca: Ujian SKB CPNS 2018, Wawancara, hingga Kesamaptaan, Kisi-kisi Jabatan Fungsional Download Link Ini!

Keduanya yakni Ikhsanul Sodikin (17) dan Muhammad (20). Berkat ketekunan belajar dan semangat yang menggelora, kedua siswa kelas XI SLB-A Negeri 3 Martapura ini sukses mengukir prestasi tingkat nasional yang dihelat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Pada Festival dan Lomba Literasi Anak Berkebutuhan Khusus 2018 pada 27-31 Oktober lalu di Jakarta tersebut, Sodikin meraih Juara II Cipta Baca Puisi SMPLB/SMALB dan Muhammad merengkuh Juara III Menulis Cerpen SMALB. Ajang ini diikuti anak berkebutuhan khusus (ABK) yakni tunanetra, tunarungu, tunadaksa.

Ikhsan mendapat hadiah uang sebesar Rp 7 juta, sedangkan Muhammad mendapat Rp 5 juta. Hadiah itu mereka gunakan untuk menopang kemampuan demi masa depan yang lebih cerah.

Baca: Download Kisi-Kisi Soal Tes SKB CPNS 2018 di Sini, Pahami Tes CAT dan Tes Wawancara Kewarganegaraan

"Saya sangat ingin kuliah. Jadi, uang hadiah itu saya tabung untuk persiapan kuliah nanti. Saya ingin kuliah pada Jurusan IT di Universitas Pamulang, insha Allah mohon doanya," ucap Muhammad, Rabu (05/12/2018).

Sebelumnya, juga ada dua pelajar SLB-A Negeri 3 Martapura lainnya yang meraih prestasi tingkat nasional. Keduanya yakni Ahmad Nazimullah (Juara 2 Catur O2SN di Yogyakarta) pada September lalu.

Lalu, Leman Abidin. Lelaki yang hebat memainkan alat musik organ tunggal ini sukses meraih Juara Harapan 1 Tilawatil Quran pada ajang FLS2N di Bangka Belitung.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved