Bukan Hewan Khayalan, Pikachu Ada di Dunia Nyata dan Ditemukan di Negara ini

Mendengar kata Pikachu mungkin bayangan kita langsung tertuju pada serial anime Pokemon berwarna kuning menggemaskan yang punya kekuatan

Bukan Hewan Khayalan, Pikachu Ada di Dunia Nyata dan Ditemukan di Negara ini
kompas.com
Inilah Pikachu, posum emas yang sangat mirip Pikachu dalam serial Pokemon. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mendengar kata Pikachu mungkin bayangan kita langsung tertuju pada serial anime Pokemon berwarna kuning menggemaskan yang punya kekuatan mengeluarkan listrik.

Siapa sangka, karakter menggemaskan ini sebenarnya hidup di dunia nyata dan bisa ditemukan di Australia.

Kalau saja masyarakat yang melihat hewan ini tidak membawanya ke Boronia Veterinary Clinic and Animal Hospital (BVCAH), Melbourne, mungkin kita tidak akan tahu bahwa Pikachu menggemaskan itu sungguh nyata.

Sebenarnya hewan itu adalah posum atau marsupial berwarna kuning yang sangat langka.

Usianya baru lima bulan, dan kemungkinan besar ia jatuh dari punggung ibunya sebelum keduanya berpisah.

Mengingat bentuknya yang sangat mirip Pikachu, tim medis BVCAH yang merawatnya akhirnya memberinya nama sama seperti karakter di serial Pokemon.

Baca: Syahrini Lebih Mahal dari Luna Maya, Inilah Biaya Endorse Artis Indonesia Termahal Tahun 2018

Baca: Belum Juga Diumumkan, Hasil SKD Kemenag Jadi Perbincangan Peserta CPNPS 2018, Ini Alasannya

Baca: Alasan Keluarga Lindswell Kwok Tak Hadiri Resepsi Pernikahannya Bersama Achmad Hulaefi

Baca: Video Ceramah Buaya Darat Ustadz Abdul Somad Diposting Hotman Paris di Instagramnya, Ada Apa?

Baca: Respons Mengejutkan Youtube Rewind 2018 Muat Youtuber Indonesia, Ada Gen Halilintar

"Kami baru-baru ini menemukan posum yang sangat istimewa di klinik. Meski warna cerahnya sangat spesial bagi kita, namun hal ini membuat mereka menjadi sasaran para predator," tulis BVCAH di akun Facebooknya.

Dilansir IFL Science, Kamis (6/12/2018), Pikachu merupakan bagian dari spesies brushtail possum yang sering dijuluki posum emas.

Kulit dan rambut kuning-oranyenya disebabkan oleh mutasi genetik yang membuatnya kekurangan melanin.

Ini merupakan pigmen yang juga bertanggung jawab untuk warna mata, rambut, dan kulit manusia.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved