Berita Balangan

Delapan Warga Balangan Derita Kaki Gajah Kronis, Penanganan ini yang Dilakukan Dinkes

Penderita kaki gajah di Kabupaten Balangan relatif sedikit, namun ada warga yang terdeteksi darahnya mengandung mikro filariasis.

Delapan Warga Balangan Derita Kaki Gajah Kronis, Penanganan ini yang Dilakukan Dinkes
VOA
Penyakit Kaki Gajah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Penderita kaki gajah di Kabupaten Balangan relatif sedikit, namun ada warga yang terdeteksi darahnya mengandung mikro filariasis.

Untuk menangkal adanya penyakit tersebut pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Kesehatan setempat telah mencanangkan pengobatan massal selama lima tahun.

Diketahui pengobatan massal ini sudah dilaksanakan mulai tahun 2016 dan saat ini memasuki tahun ke tiga, serta akan selesai di tahun 2020.

Kadinkes Balangan melalui Hasmi, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (10/12/2018) mengatakan, setiap tahunnya pengobatan massal berupa pemberian obat kaki gajah ini selalu dilakukan setiap bulan Oktober selama satu bulan penuh.

Baca: Kesalahan Reino Barack dan Syahrini, Sebut Luna Maya Ngaku Ngaku Teman, Ini Bukti Foto Banyak Momen

Baca: Via Vallen Akan Diperiksa Pertama di Polda Jatim Terkait Endorse Derma Skin Care, Nia Ramadhani?

Baca: Mengenal Kedai Kopi Johny, Tempat Nongkrong Hotman Paris Berikan Konsultasi Hukum

Baca: Teman Dekat Luna Maya, Faisal Nasimuddin Tak Kalah dengan Reino Barack atau Irwan Mussry?

Menurutnya, saat ini penderita kaki gajah yang kronis ada delapan orang yang tersebar di Kecamatan Juai dan Awayan, penderita kronis ini sebenarnya sudah ada sejak awal pencanangan dan hingga saat ini terus dilakukan pengobatan melalui program pengobatan massal.

"Sementara itu melalui pemeriksaan survey darah jari yang dilaksanakan ditahun 2013 yang terdeteksi darah warga positif mengandung microfilaria (Mf Rate) sebesar 9,53%," ungkapnya.

Disampaikannya, jika tidak dilakukan pengobatan penyakitnya akan menjadi kronis serta menjadi sumber penularan terhadap orang lain, oleh karena itulah salah satu alasan dilaksanakan pengobatan massal yaitu minum obat serentak sekali 1 kali setahun selama 5 tahun.

Lebih lanjut, untuk pencegahan lainnya selain pengobatan massal adalah melakukan penyuluhan ke masyarakat agar selalu membersihkan lingkungan agar tidak berkembangbiaknya nyamuk.

Pasalnya hampir semua nyamuk bisa menjadi perantara atau pembawa penyakit kaki gajah, oleh karenanya pola hidup bersih adalah sebuah kewajiban.

"Terkait bahaya nyamuk tadi kalau perlu guring selalu pakai kelambu," ujarnya.

Sementara itu, salah satu penderita kaki gajah yang enggan menyebutkan nama dari Desa Hukai Kecamatan Juai mengaku sangat terbantu dengan adanya pengobatan massal yang digelar setiap tahunnya.

"Paling tidak dengan minum obat tersebut bisa meringankan penyakit kaki gajah yang diderita saat ini," katanya singkat.

(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved