Berita Kabupaten Banjar

Dinas Sosial Akan Fungsionalkan Rumah untuk Menampung Kaum Telantar dan PMKS

Sepanjang 2018, Dinas Sosial Kabupaten Banjar sudah menangani sedikitnya sudah menangani 9 orang dengan gangguan jiwa terlantar di Kabupaten Banjar

Dinas Sosial Akan Fungsionalkan Rumah untuk Menampung Kaum Telantar dan PMKS
banjarmasinpost.co.id/hasbi suhaili
Petugas Dinas Sosial Kabupaten Banjar membantu salah seorang manula di Martapura. 

BANJARMASINPOST.CO.ID — Sesekali orang dengan gangguan jiwa meresahkan pelaku usaha di Jalan A Yani Martapura Kabupaten Banjar. Diungkapkan seorang karyawan ritel modern di Jalan A Yani yang pernah didatangi orang dengan gangguan jiwa terlantar, dirinya khawatir jika memecahkan kaca atau mengambil barang dagangan yang ada.

"Secara baik-baik saya minta agar menjauh, bersyukur akhirnya menurut saja," katanya.

Sepanjang 2018, Dinas Sosial Kabupaten Banjar sudah menangani sedikitnya sudah menangani 9 orang dengan gangguan jiwa terlantar di Kabupaten Banjar. Kini mereka semua sudah dikembalikan kepada anggota keluarganya masing-masing dan tetap berada dalam pengawasan demi kesembuhan pengobatan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Ida Pressy mengatakan, menjadi tufoksi dinasnya dalam menangani orang dengan gangguan jiwa terlantar, karena masuk dalam salah satu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Penanganan terhadap orang dengan ganggun jiwa yang terlantar atau tidak diurus anggota keluarganya.

Baca: Via Vallen Akan Diperiksa Pertama di Polda Jatim Terkait Endorse Derma Skin Care, Nia Ramadhani?

Baca: Ibaratkan Melamar Gadis, Ini 5 Tips dari Admin @Kemenag_ri Agar Sukses Jalani Tes SKB Kemenag

"Selama ini, kalau ada laporan masyarakat bahwa ada orang dengan gangguan jiwa, maka kami selalu menangani, dengan catatan adalah mereka yang terlantar. Selama ini orang dengan gangguan jiwa ditengah masyarakat dianggap tabu, malu kalau ada anggota keluarganya yang sakit jiwa bahkan ada yang menyembunyikannya, padahal haruslah segera diobati," katanya, Senin (10/12).

Menurutnya, kalau orang dengan gangguan jiwa sudah mengganggu lingkungan sekitar, maka harus segera ditangani. Pemerintah Kabupaten Banjar dibawah kepemimpinan Guru Khalil sudah memperhatikan orang dengan gangguan jiwa yang terlantar, dengan menanggung biaya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum.

Hanya saja terkadang menjadi kendala pihaknya adalah tidak memiliki rumah singgah, karena bagi orang dengan gangguan jiwa begitu diperbolehkan pulang dari RSJ Sambang Lihum khususnya yang terlantar maka kesulitan menampungnya. Tetapi bagi yang ada anggota keluarganya bisa diserahkan kepada keluarga.

"Umumnya, setelah menjalani rawat inap di RSJ Sambang Lihum, beberapa bulan orang dengan gangguan jiwa diperbolehkan pulang, dan wajib meminum obat demi kesembuhan. Bagi yang terlantar, kadang kami bingung juga ke mana menampung mereka, dan kendala bagi yang memiliki anggota keluarga, kadang masih kurang memperhatikan perawatan pasca keluar RSJ Sambang Lihum," ujarnya.

Oleh sebab itulah, saat ini pihaknya mempersiapkan fungsional rumah singgah. Pemkab Banjar meminjamkan sebuah bangunan yang berlokasi tidak jauh dari Dinas Sosial Kabupaten Banjar di Jalan Sekumpul Ujung Nomor 1 Kelurahan Indrasari Martapura.

Baca: Kesalahan Reino Barack dan Syahrini, Sebut Luna Maya Ngaku Ngaku Teman, Ini Bukti Foto Banyak Momen

Baca: Luna Maya dan Faisal Nasimuddin Liburan di Bali Saat Reino Barack Dekati Syahrini? Cek Faktanya

Bangunan tersebut nantinya akan optimal difungsikan sebagai rumah singgah mulai 2019 mendatang, saat ini sudah ada lima orang petugas di rumah singgah tersebut. Ida Pressy menegaskan, rumah singgah khususnya bagi orang yang terlantar, selain orang dengan gangguan jiwa yang terlantar, juga akan menampung anak-anak yang ditelantarkan orangtuanya, anak-anak yang berhadapan dengan hukum, wanita rawan sosial ekonomi.

"Kami priortiaskan adalah warga Kabupaten Banjar. Rumah singgah ini nantinya menangani orang-orang yang terjaring Satpol PP Kabupaten Banjar, selama ini kami juga bingung begitu ada Satpol PP menyerahkan orang terlantar ke dinas sosial," imbuhnya.

Selama ini untuk tenaga PNS di dinas sosial dirasanya masih sangatlah kurang, namun pihaknya bersyukur turut dibantu para relawan yang dengan sukarela ikut mengatasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Banjar.

Ida Pressy mengharapkan, dengan beroperasionalnya rumah singgah nantinya sedikit banyak bisa mengatasi PMKS di Kabupaten Banjar. Mengingat menjadi amanah Undang-undang bahwa orang terlantar menjadi tanggungjawab negara terlebih Guru Khalil juga menaruh perhatian khusus bagi orang terlantar di Kabupaten Banjar. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved