Berita HSS

Gelagat Mencurigakan, Polres HSS Amankan MHD Bawa Sajam di Angkinang

Saat patroli di kawasan Desa Bakarung Kecamatan Angkinang Kabupaten HSS, tim gabungan melihat seseorang yang mencurigakan di sisi jalan raya.

Gelagat Mencurigakan, Polres HSS Amankan MHD Bawa Sajam di Angkinang
Humas Polres HSD
Senjata tajam yang diamankan jajaran Polres HSS dari tersangka 

BANJARMASIN POST.CO.ID, KANDANGAN - Tim gabungan unit Jatanras Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) mengamankan satu pelaku yang membawa sajam tanpa izin.

Pelaku berinisial MHD (38) warga Kayu Abang Kelurahan Kayu Abang Kecamatan Angkinang Kabupaten HSS ini diamankan pada Minggu, (9/12) sekitar pukul 00.30 WITA.

Penangkapan pelaku berawal saat tim gabungan Unit Jatanras Polres Hss, Satuan Reskrim polres HSS, Satuan Intelkam dan Polsek kandangan kota sedang melaksanakan giat patroli rutin.

Saat patroli di kawasan Desa Bakarung Kecamatan Angkinang Kabupaten HSS, tim gabungan melihat seseorang yang mencurigakan di sisi jalan raya.

Baca: Cek Hasil Tes SKD Kemenristekdikti dan Jadwal Serta Bocoran Soal Tes SKB CPNS 2018 di Sini

Baca: Hotman Paris Posting video Ceramah Ustadz Abdul Somad, Bahasannya Ngena dengan Hotman

Tim gabungan langsung melakukan pemeriksaan terhadap orang tersebut dan ditemukan satu bilah senjata tajam jenis ujung tombak lengkap dengan gagangnya.

Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya melalui Kasubbag Humas Iptu Ghandi Ranu membenarkan dengan penangkapan pelaku yang memiliki sajam tanpa izin.

"Senjata tajam yang diamankan jenis ujung tombak lengkap dengan gagang yang terbuat dari besi berwarna kuning dan sarung yang terbuat dari kayu coklat," katanya, Senin, (10/12).

Oleh pelaku, sajam disembunyikan di balik baju bagian pinggang sebelah kiri. Ujung tombak dengan panjang besi 23 cm, lebar 2 cm dan panjang keseluruhan 37,5 cm kengkap dengan gagang yang terbuat dari besi kuning dan sarung yang terbuat dari kayu coklat.

"Pelaku dan barang bukti sudah diamankan ke Mapolres HSS untuk pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.

Pelaku bakal dijerat dengan pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (banjarmasinpost.co.id/Rian).

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved