Otomotif

Tren Jelang Tutup Tahun, Bisnis Mobil Seken Semakin 'Panas'

Panasnya bisnis tukar tambah mobil seken ini bisa menjadi alternatif pebisnis mobil seken di tengah lesunya penjualan jelang akhir tahun.

Tren Jelang Tutup Tahun, Bisnis Mobil Seken Semakin 'Panas'
Muhammad Maulana
Owner Anugerah Utama Motor, Budi Nugraha saat layani konsumen. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjelang akhir tahun, tampaknya banyak masyarakat yang mengganti unit mobilnya dengan keluaran yang terbaru menggunakan sistem tukar tambah mobil seken.

Panasnya bisnis tukar tambah mobil seken ini bisa menjadi alternatif pebisnis mobil seken di tengah lesunya penjualan jelang akhir tahun.

Menurut Owner Anugerah Utama Motor, Jalan Pangeran Hidayatullah, Budi Nugraha, cukup banyak konsumen yang tukar tambah mobil jelang akhir tahun.

"Ya cukup banyak yang tukar tambah mobil lama konsumen dengan mobil seken terbaru jelang akhir tahun ini," ujar Budi.

Kebanyakan konsumen menukarkan mobil seken dengan keluaran tahun 2015 hingga 2018. "Kebanyakan mobil konsumen sebelumnya keluaran di bawah 2015, jadi mereka upgrade dengan mobil yang lebih baru," kata dia.

Baca: Salasiah Meregang Nyawa Digigit Ular Kobra, Pawang Ular Pernah Selamatkan Nyawa Orang Ini

Selain itu menurutnya kebanyakan konsumen mengganti mobil sebelumnya yang hanya dua baris menjadi tiga baris. "Seperti sebelumnya jenis Honda Jazz, tukar tambah dengan Freed," imbuhnya.

Ia nilai konsumen memilih tukar tambah karena ingin memperbarui mobil tapi dengan tingkat kerugian yang lebih sedikit. "Kalau jual dan membeli yang baru ruginya cukup banyak, jadi banyak yang memilih tukar tambah," sebutnya.

Baca: Prediksi Susunan Pemain PS Tira vs PSIM Jogja Live JTV di Babak 64 Besar Piala Indonesia 2018

Prosedur tukar tambah ini juga simpel dan tidak ribet. "Selain tukar tambah secara cash kami juga bisa kredit dengan angsuran ringan dan ada cashback, atau istilahnya barter cashback," terangnya.

Sementara itu, menurut Pemilik Showroom Syamsul Motor, H Syamsul mengatakan tukar tambah mobil saat ini cukup banyak. "Perbulan yang tukar tambah mobil sekitar lima sampai sepuluh unit," ujarnya.

Ia menyebutkan kebanyakan konsumen di tempatnya menukarkan mobil keluaran 2015 ke bawah. "Jadi mereka ingin memperbarui mobil mereka menjadi yang keluaran 2015 sampai 2018," lanjutnya.

Sistem yang diterapkan pun sama saja seperti jual atau beli mobil seken kebanyakan. "Misalnya mobil konsumen sebelumnya harga Rp 100 juta, sedangkan mobil yang ingin ditukarkan Rp 150 juta, jadi mereka hanya menambah Rp 50 juta," rincinya.

Selain itu waktu transaksi yang dilakukan cukup singkat. "Kalau tukar tambah transaksi sekali saja, kalau jual dan baru beli lagi harus mencari dan memilih lagi," sebutnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved