Berita Kabupaten Banjar

Razia Gabungan Diduga Bocor, Petugas Satpol PP Kabupaten Banjar Menemukan Banyak Warung Tutup

Razia Gabungan Satpol PP bersama Kodim 1006/MTP dan Polsek Gambut terhadap warung ditengarai sebagai tempat transaksi prostitusi diduga bocor.

Razia Gabungan Diduga Bocor, Petugas Satpol PP Kabupaten Banjar Menemukan Banyak Warung Tutup
HO/Satpol PP Kabupaten Banjar
Petugas Satpol PP Kabupaten Banjar mendata sejumlah perempuan dari sejumlah warung di Jalan Gubernur Subardjo. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Razia Gabungan Satpol PP Kabupaten Banjar bersama Kodim 1006/MTP dan Polsek Gambut terhadap warung ditengarai sebagai tempat transaksi prostitusi diduga bocor, Senin (10/12/2018) tengah malam. Padahal dua orang anggota Satpol PP sudah melakukan penyamaran.

Lokasi warung yang dirazia di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi dan Jalan Gubernur Subardjo Kabupaten Banjar. Razia dipimpin Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kab Banjar, Bahrudin dan Kasie Penindakan, Wahyudi.

Pukul 21.00 wita tim terbih dulu menggelar apel di halaman Pemkab Banjar, selanjutnya kembali bekoordinasi dengan Polsek Gambut yang beberapa anggotanya sudah menunggu. Tim dibagi menjadi dua, ada yang menyisir warung di Jalan Gubernur Syarkawi dan Jalan Gubernur Subardjo.

Pantauan di Jalan Gubernur Syarkawi, banyak warung yang tutup. Berdasarkan laporan awal hasil undercover ada 9 warung yang sejak sore sudah mulai buka, namun begitu jelang razia, warung justru memilih tutup.

Baca: Kesalahan Reino Barack dan Syahrini, Sebut Luna Maya Ngaku Ngaku Teman, Ini Bukti Foto Banyak Momen

Baca: Pesawat Lion Air JT 316 Batal Terbang! Status Return To Base Juanda, Penumpang Kepanasan

Sedangkan di Jalan Gubernur Subardjo, tim mendatangi beberapa warung yang buka. Ternyata mempekerjakan perempuan yang masih di bawah umur.

“Saya ini hanya karyawan juga, satu bulan digaji Rp 850 ribu. Sedangkan dua orang karyawan masih baru,” ucap perempuan paru bayah yang mengaku sebagai penanggungjawab warung mengaku bernama Surti.

Tim pun setelah melakukan pendataan menuju warung lainnya yang berjarak sekitar satu kilometer, ternyata juga mempekerjakan perempuan dibawah umur dengan mengenakan celana pendek diatas lutut dan dandanan yang agak menor.

“Mereka kami data, untuk yang warung pertama kami datangi, ada yang belum mengantongi EKTP. Sedangkan di warung lainnya, juga kami data dan pemilik warung atau yang bertanggungjawab kami minta datang ke Kantor Satpol PP,” ucap Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kab Banjar, Bahrudin.

Baca: BREAKING NEWS - Digigit Ular Kobra, Ibu Rumah Tangga di Kertak Hanyar Ini Meninggal Dunia

Baca: Respons Gisella Anastasia Usai Gading Marten Menang Piala Citra 2018, Ada Video Gempita Loh

Wahyudi menambahkan, razia untuk menegakan Perda Nomor 10 tahun 2007 tentang asusila juga Perda Nomor 3 tahun 2016 tentang penyelenggaraan administrasi dan dokumen kependudukan.

“Kami menyayangkan info razia gabungan ini bocor, buktinya banyak yang sudah tutup warungnya,” sesal Wahyudi.(Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved