Berita Balangan

Baznas Balangan Berkomitmen Bangun kemandirian Umat

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Balangan terus berkomitmen memberdayakan zakat yang dikelolanya untuk kepentingan umat.

Baznas Balangan Berkomitmen Bangun kemandirian Umat
Foto baznas balangan
baznas balangan saat menyalurkan bantuan kepada yang memerlukan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Balangan terus berkomitmen memberdayakan zakat yang dikelolanya untuk kepentingan umat.

Salah satunya dengan menetapkan target penyaluran dana zakat untuk tujuan pembangunan berkelanjutan.

Atas dasar itulah, setahun terakhir ini objek penyaluran dana zakat yang dikelola Baznas Balangan tersebar dalam beberapa sasaran, meski banyak bersifat bantuan sosial langsung, namun untuk perkuat ekonomi seperti bantuan penguatan modal usaha bagi pedagang kecil juga dilaksanakan.

Ketua Baznas Balangan, KH Ahmad Yusuf kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (11/12/2019) menyampaikan, Baznas sebagai motor dari gerakan zakat di Indonesia, mempunyai pandangan jika pembangunan berkelanjutan sebagai instrumen mewujudkan kemajuan Indonesia yang selaras dengan visinya, yaitu menyejahterakan mustahik, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong kesehatan masyarakat dan seluruh aspek lainnya dalam pemberdayaan mustahik.

Baca: Maia Estianty Hamil? Tapi Ungkap Ini Usai Menikahi Irwan Mussry di Hadapan Al El Dul

Baca: Gisella Anastasia dan Gading Marten Ternyata Sudah Pisah Rumah, Gempita Ikut Siapa?

Baca: Jadwal Siaran Mata Najwa dan Live Streaming Trans 7, Bahas Rahasia Keluarga Jokowi

Baca: Marion Jola Jajan Makanan Khas Korea di Seoul dan Fasih Berbahasa Korea, Lihat deh Keseruannya

“Kita di Baznas tentu memiliki cara pandang sendiri dalam mengembangkan atau mendorong kesejahteraan masyarakat. Islam memiliki konsep maqoshid assaraiyyah dan konsep turunan lainnya sebagai landasan Islam dalam menyejahterakan umat,” ujarnya.

Lebih lanjut menurutnya, hal ini tidak terlepas dari keistimewaan zakat itu sendiri jika dibandingkan dengan sumber dana lain, hingga bisa menjadi alternatif instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Selain merupakan cerminan keimanan kepada Allah SWT, berzakat juga bisa dilihat dari aspek hubungan antarsesama manusia, yakni para muzaki (pemberi zakat) akan menolong orang-orang yang berada dalam situasi ekonomi yang sulit," katanya.

Untuk itulah kedepan Baznas Balangan kemungkinan akan lebih intens masalah kemiskinan dengan menyasar pada pengentasan kemiskinan sebab kemiskinan merupakan asnaf (golongan yang berhak menerima) zakat terbesar, selain juga pendidikan untuk meningkatkan kualitas manusia Balangan khususnya.

Selama ini, menurutnya, memang program Bazna Balangan bersifat sosial berupa bantuan langsung seperti pemberian bantuan korban kebakaran, kebanjiran ataupun musibah lainnya, serta bidang-bidang lainnya seperti santunan kaum dhuafa dan mualaf.

Oleh karena itu ia mengharapkan peran serta masyarakat luas terhadap program yang tengah dijalankan oleh Baznas Balangan saat ini, salah satunya dengan menyerahkan atau membayarkan kewajiban zakatnya kepada Baznas.

“Potensi zakat kita sangat besar, tapi saat ini kami masih menerima sekitar Rp 80 juta. Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat, percayalah pada Baznas. Insya Allah, bisa mengantarkan zakat-zakat maal dan zakat fitrah serta sodaqoh atau infaq zariyah,” pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami).

Penulis: Elhami
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved