Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Kasus Zenith Berkurang, Sabu Tambah Ramai, 37 Paket Sabu & 17 Sajam Dimusnahkan

Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah memusnahkan barang bukti dua jenis tindak pidana, yaitu narkoba dan senjata tajam, Rabu (12/12/2018)

Kasus Zenith Berkurang, Sabu Tambah Ramai, 37 Paket Sabu & 17 Sajam Dimusnahkan
Hanani
Pemusnahan sabu, telepon genggam, perangkat nyabu serta senjata tajam, oleh Kejaksaan Negri HST, Rabu (12/12/2018). Pemusnahan barang bukti tindak pidana dengan cara dibakar, dilarutkan air dan menggunakanpenghancur besi, disaksikan oleh perwakilan Kementerian Agama, Kepolisian, jajaran Kejaksaan serta pers. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah memusnahkan barang bukti dua jenis tindak pidana, yaitu narkoba dan senjata tajam, Rabu (12/12/2018) di Halaman Kantor Kejari HST.

Barang bukti dari tindak pidana periode Oktober, Nopember dan Desember 2018 tersebut, dari kasus-kasus yang terlah berkekuatan hukum tetap, dimana tersangkanya telah menerima vonis dariPengadilan Negeri Barabai.

Kepala Kejaksaan Negeri HST, Wagiyo Santoso menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan berupa 37 paket sabu dan 143 butir zenith/carnophen, 24 unit telepon genggam yang digunakan untuk sarana komunikasi penyalahgunaan narkoba golongan satu tersebut, beberaa bong dan pipet alat menghisap sabu, serta 17 bilah senjata tajam, terdiri jenis pisau penusuk, parang dan satu arit.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar untuk telepon genggam dan alat ispa sabu.

Sedangkan sabu-nya dilarutkan dalam sabun detergen, dan klep plastiknya dibakar. Adapun senjata tajam, dihancurkan dengan mesin penghancur benda tajam.

Baca: Manajemen Persib Bandung Sebut Banyak yang Melamar Gantikan Mario Gomez, Tak Ada Simon McMenemy?

Menurut Wagiyo, tindak pidana narkotika dan senjata tajam, mendominasi pada tiga bulan terakhir di masyarakat HST.”Kami apresiasi kerja Polres HST, karena pemberantasan narkoba dan senjata tajam makin massif,”kata Wagiyo.

Disebutkan, membawa senjata tajam, sudah menjadi budaya tak hanya di HST, tapi juga di HSS dan HSU. Padahal membawa senjata tajam tanpa izin yang dapat dibenarkan undang undang, ancaman hukumannya berat, maksimal 10 tahun penjara.

Baca: VIDEO 5 Fakta Skandal Wawan Suami Airin Rachmi ‘Cek In’ Bareng Artis Cantik hingga Cara Keluar Rutan

Mengapa tinggi karena menurut Wagiyo pelanggaran tersebut bisa memicu pembawanya berbuat kriminal.

“Pelakunya, bisa melakukan penganiayaan. Bahkan hingga pembunuhan.Padahal rata-rata pemicunya sepele. Seperti ketersinggungan, emosional hingga kehilangan akal sehatnya,” kata Kajari.

Untuk itu, kepolisian, kejaksaan maupun pengadilan, memberikan pembelajaran terkait tingginya kasus tersebut.

Baca: Sopir Ngantuk, Mobil Travel Tabrak Median di Batulicin Hingga Ban Depan Terlepas,4 Penumpang Luka

Mengenai banyaknya kasus sabu, dibanding penyalahgunaan obat daftar G seperti zenith/carnophen saat ini, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, yang ikut hadir saat pemusnahan barang bukti mengungkapkan, karena makin gencarnya pihaknya melakukan pemberantasan narkoba. Selain itu, untuk obat tersebut, tak ada yang diproduksi di Kalimantan.

“Selama ini dipasok dari luar Kalaimantan, banyak dari Pulau Jawa. Akses masuknya, relative lebih sulit. Sedangkan sabu sumbernya banyak. Bisa dari Kalbar yang berbatasan dengan Malaysia. Jalur darat juga bisa. Tapi tak main-main dengan narkoba. Siapapun akan ditindak tegas. Termasuk anggota Polres sendiri,” kata Kapolres.

Kapolres menyampaikan terimakasih kepada masyarakat HST selama ini yang ikut aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

Dia berharap, masyarakat jangan ragu memberikan informasi, karena pemberiinformasi bakal dijamin kerahasiaannya dan diberikan perlindungan.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved