Ekonomi dan Bisnis

Kenaikan Harga Dikeluhkan Pebisnis Kuliner, Pedagang Ayam Krispi Putar Otak Agar Tak Merugi

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan signifikan.

Kenaikan Harga Dikeluhkan Pebisnis Kuliner, Pedagang Ayam Krispi Putar Otak Agar Tak Merugi
Tribun Kalteng/Fathurahman
Pedagang ayam potong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seperti tahun-tahun sebelumnya, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan signifikan.

Seperti yang terjadi beberapa pekan terakhir, tren kenaikan harga terjadi pada sektor sembako khususnya pada komoditas ayam ras segar dan telur ayam.

Kenaikan ini tentunya berdampak pada usaha masyarakat seperti pebisnis rumah makan atau kuliner.

Seperti dikeluhkan pemilik usaha ayam goreng krispi Chicken Boy, Adi Sutrisno, menurut dia tren kenaikan harga ayam potong saat ini membuatnya kembali memutar otak.

"Biasanya saya membeli ayam ukuran 1,7 kilogram, terpaksa saya membeli ayam yang ukuran 1,5 kilogram untuk meminimalisir kerugian," kata dia.

Baca: Usai Kabar Maia Estianty Hamil, Mahfud MD Komentari Pernikahan Maia dan Irwan Mussry?

Karena kenaikan ini, ia juga mengeluhkan semakin sedikit bisa mengambil keuntungan. "Kalau harga naik ini otomatis keuntungan juga semakin sedikit," imbuhnya.

Kalau menaikan harga jual, menurutnya akan menurunkan peminat dan kehilangan pelanggan. "Sempat saya wacanakan menaikan harga, konsumen saya menolaknya," lanjutnya.

Baca: VIDEO Jadwal Lengkap Penampilan Donghae-Eunhyuk Super Junion dan Hyoyeon SNSD di HUT Transmedia

Sementara itu tren kenaikan ini dirasakan pedagang kuliner lainnya, seperti Warung Om Awi, dijelaskan Pemiliknya Awi, kenaikan harga ayam membuatnya harus mengurangi produksi ayam.

"Karena harga ayam naik, jadi saya kurangi membeli ayam. Biasanya 12 potong, ini jadi tujuh potong saja," ungkapnya.

Karena mengurangi produksi ayam, ia mengaku andalkan komoditi lain, seperti ikan laut atau sungai. "Sekarang ini ikannya yang dibanyakin, seperti patin, nila, pindang, tongkol, dan peda," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved