Berita Banjarmasin

Penjelasan Ahli Jembatan Soal Tumpukan Sampah Bambu yang Bisa Berdampak ke Jembatan Antasari

Penjelasan Ahli Jembatan Soal Tumpukan Sampah Bambu yang Bisa Berdampak ke Jembatan Antasari

Penjelasan Ahli Jembatan Soal Tumpukan Sampah Bambu yang Bisa Berdampak ke Jembatan Antasari
istimewa/ Dok Ir Hasan Husaini
Ahli Utama Jembatan Intakindo Kalsel, Ir Hasan Husaini 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Melihat kondisi sampah bambu yang berada di bawah Jembatan Pangeran Antasari di Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin, dikhawatirkan berdampak pada konstruksi jembatan tersebut.

Menurut Ahli Utama Jembatan Intakindo Kalsel Ir Hasan Husaini, tumpukan sampah bambu yang menutupi jembatan itu jelas ada pengaruhnya. Terlebih karena  jembatan tersebut umurnya sudah tua.

"Istilahnya pelayanan konstruksinya sudah berkurang dibanding awal pembangunan," ucap Ir Hasan, Selasa (12/12/2018) saat dihubungi via telepon.

Ia menjelaskan, ada beban yang terdapat di bawah jembatan tersebut. Terutama keberadaan pampangan yang mengenai fender, menyebabkan pengaruh konstruksi terhadap pilat. Hal itu ujarnya disebabkan adanya tekanan horizontal yang diberikan kepada pilar jembatan.

Baca: Hasil Guangzhou BWF World Tour Finals 2018, Ahsan/Hendra Kalah di Laga Perdana dari Ganda Jepang

Baca: Gisella Anastasia dan Gading Marten Ternyata Sudah Pisah Rumah, Gempita Ikut Siapa?

Baca: Ussy Sulistiawaty Ungkap Ulah Netizen yang Bully Anaknya dan Berujung Pelaporan ke Polisi

Baca: Link Live Streaming RCTI Bogor FC vs Persija Jakarta Piala Indonesia 2018 Babak 64 Besar

Baca: Jadwal Siaran Mata Najwa dan Live Streaming Trans 7, Bahas Rahasia Keluarga Jokowi

"Tekanan horizontal itu berasal dari pampangan yang dibawa oleh arus dan terhalang. Maka lama kelamaan semakin berpengaruh terhadap pondasi pilat maupun abutment. Bahkan sebenarnya itu tidak boleh terjadi dan harus dibersihkan," ujarnya.

Ia pun menyarankan agar Pemko Banjarmasin memikirkan kalau harus diberikan alur atau jalan supaya pampangan bisa melewati bawah jembatan atau diambil sumpahnya.

Dipaparkan Ir Hasan, apabila hal itu terus terjadi, maka lambat laun,  secara teknis akan mengakibatkan umur rencana jembatan sakan bermasalah.

"Seumpama usia jembatan bertahan 40 tahun, ternyata karena itu setiap tahun dialami jembatannya bisa mengurangi usianya," jelas lelaki  itu.

(banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved