Berita Banjarmasin

Tumpukan Sampah Bambu Masih Tutupi Jalur Sungai, Instansi Pemko Banjarmasin Adakan Rapat

Tumpukan Sampah Bambu Masih Tutupi Jalur Sungai, Instansi Pemko Banjarmasin Adakan Rapat

Tumpukan Sampah Bambu Masih Tutupi Jalur Sungai, Instansi Pemko Banjarmasin Adakan Rapat
banjarmasin post group/ isti rohayanti
Tumpukan sampah di bawah Jembatan Antasari jadi tontonan warga, Kamis (13/12/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tumpukan sampah bambu di bawah jembatan Antasari, Jalan Pangeran Antasari masih menjadi perhatian pemerintah.

Bahkan dalam pengerjaan pembersihan sampah sungai itu malah menjadi tontonan para warga yang melintas.

Sebagian warga memilih berhenti ketika melihat keramaian. Aktivitas para pasukan pembersih pampangan itu rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah warga, Rabu (13/12/2018).

Sejak beberapa hari lalu, sampah eceng gondok, kayu, plastik dan jenis sampah lainnya menumpuk di bawah Jembatan Antasari dan Jembatan Pasar Lama. Sampab tersbut diduga bawaan dari Sungai Martapura bagian hulu. Terutama ketika musim hujan saat ini.

Baca: Sifat Asli Artis FNJ yang Disebut Menginap dengan Suami Airin Rachmi Diany Diungkap, Terkait Wawan?

Perihal keberadaan sampah itu pula, instansi terkait telah melakukan rapat koordinasi untuk penanganan pampangan tersebut. Di antaranya Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Joko Pitoyo.

Kiriman sampah kali ini ia akui lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga penanganannya pun dilakukan lebih intensif. Beberapa hari pasukan turbo dikerahkan. Bahkan kapal sapu-sapu sampai lembur.

Baca: Roy Marten Terisak Saat Curhat Soal Gisella Anastasia Gugat Cerai Gading Marten

Ditambah pula adanya bantuan dari Dinas Pehubungan Kota Banjarmasin dan Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel untuk penanganan sampah pada dua jembatan itu. Bahkan tugboat pun ujar Joko masih dioperasikan.

Sejumlah upaya penanganan sampah yang berasal dari hulu itu dikatakannya sudah dilakukan. Termasuk memasang penangkap ilung. Namun karena sampah kiriman yang dianggap cukup besar, sehingga penangkap ilung pun tak sanggup menahannya.

(banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti) 

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved