Pilpres 2018

Respons Airlangga Hartarto dan Romahurmuziy Atas Pengakuan La Nyalla yang Merapat ke Jokowi

Respons Airlangga Hartarto dan Romahurmuziy Atas Pengakuan La Nyalla yang Merapat ke Jokowi

Respons Airlangga Hartarto dan Romahurmuziy Atas Pengakuan La Nyalla yang Merapat ke Jokowi
Super Ball/Feri Setiawan
Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattaliti saat memberi keterangan usai pertemuan Asosiasi Provinsi (ASPROV) PSSI di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2015). Pertemuan ini di lakukan untuk membahas sejumlah hal, dimana salah satunya terkait rencana penyelenggaraan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pengakuan La Nyalla Mattalitti atas hoax Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebar dan pilih berpaling dari Prabowo-Sandiaga Uno, mendapatkan banyak respon.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengapresiasi La Nyalla Mattalitti yang telah mengakui turut menyebarkan isu Presiden Joko Widodo adalah PKI.

Airlangga mengatakan, dengan demikian masyarakat seharusnya tidak terpengaruh lagi dengan isu tersebut.

"Tentu masyarakat kita sudah dapat menilai apa yang dia sampaikan. Masyarakat sudah dewasalah untuk menilai agar tidak percaya lagi akan isu seperti itu," ujar Airlangga saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Baca: Fahri Hamzah Bandingkan La Nyalla dengan Ratna Sarumpaet Usai Merapat ke Jokowi Tinggalkan Prabowo

Baca: Daftar Pengakuan La Nyalla yang Merapat ke Jokowi dari Prabowo Subianto, Erick Thohirk Tak Laporkan?

Baca: Bukan Maia Estianty Syahrini atau Reino Bacark, Ini 5 Artis Paling Dicari di Indonesia Versi Google

Baca: Risty Tagor Tiga Kali Menikah, Punya 3 Anak, Suami Ketiga Risty Seorang Ustadz?

Apalagi, dalam setiap kesempatan bertatap muka dengan masyarakat, Presiden Jokowi sendiri selalu mengklarifikasi mengenai isu yang muncul semenjak Pemilihan Presiden 2014 tersebut.

Airlangga yang menjabat menteri perindustrian itu pun mengajak seluruh pihak untuk menjalankan proses pemilu secara demokratis tanpa harus membumbuinya dengan penyebaran fitnah, kabar bohong, dan ujaran kebencian.

"Publik itu harus mengerti bahwa ada baiknya kita berbicara yang lebih obyektif dan substansif. Jadi hal-hal semacam ini, menyebarkan kebohongan, tidak sesuai dengan demokrasi yang ingin kita kembangkan. Jadi kita harapkan kampanye itu lebih obyektiflah dan tidak menyebarkan kepalsuan," ujar Airlangga.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kompas.com)

Diberitakan, La Nyalla Mataliti melakukan upaya untuk meredam isu keterkaitan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dengan PKI.

La Nyalla melakukan hal itu karena dirinya merupakan salah satu penyebar isu tersebut ketika masih mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2014.

"Saya sudah keliling, kita sudah keliling dengan saya memviralkan bahwa Pak Jokowi bukan PKI. Saya sudah minta maaf, dan saya mengakui bahwa saya yang sebarkan isu PKI itu, saya yang ngomong Pak Jokowi PKI, saya yang mengatakan Pak Jokowi itu agamanya enggak jelas, tapi saya sudah minta maaf," ujar La Nyalla di kediaman Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo, Selasa (11/12/2018).

Halaman
123
Editor: Restudia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved