Liga 1 2018

Ridwan Kamil Ingin Persib Bandung Bak Barcelona FC, Momen Usai Pemecatan Mario Gomez

Ridwan Kamil Ingin Persib Bandung Bak Barcelona FC, Momen Usai Pemecatan Mario Gomez

Ridwan Kamil Ingin Persib Bandung Bak Barcelona FC, Momen Usai Pemecatan Mario Gomez
instagram/ridwan kamil
Ridwan Kamil. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berbagai permasalahan merundung Persib Bandung. Sanksi Komisi Disiplin PSSI, hingga terakhir pemecatan Mario Gomez.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ternyata memiliki harapan tersendiri untuk Persib Bandung. Ia berharap, Persib bisa meniru La Masia, akademi sepak bola milik FC Barcelona.

Hal itu disampaikan Ridwan Kamil saat menjamu skuad Persib U-19 dan U-16 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (14/12/2018).

Saat ini, Persib Bandung dianggap cukup konsisten dalam melahirkan pesepak bola berbakat. Salah satu bukti konkret, dua tim kelompok usia 19 tahun dan 16 tahun sukses menyabet gelar juara tahun ini.

Baca: Marcus/Kevin Mundur Dari BWF World Tour Finals 2018 Usai Anthony Ginting Takluk di Tangan Taiwan

Baca: Maia Estianty Akhirnya Ungkap Umur Kehamilannya Usai Dinikahi Irwan Mussry

Baca: Hotman Paris Peringatkan Orang-orang yang Berurusan Dengannya, Soal Billy Syahputra & Hilda Vitria?

Baca: 4 Fakta Batal Menikah Dita Soedarjo dan Denny Sumargo, Tanpa Restu Ibu Hingga Bertengkar di Mal

Baca: Respons DJ Verny Hasan, Wanita yang Anaknya Tak Diakui Usai Batal Nikah Dita Soedarjo Denny Sumargo

"Harapannya materi pemain dari Persib senior bisa memaksimalkan yang datang dari pendidikan Persib sebagai bagian percontohan," ucap Ridwan.

"Kalau kita lihat Barcelona punya sekolah La Masia, dulu mengira yang badannya kecil kalah, tetapi Lionel Messi bisa. Itu menandakan sepak bola tak melulu urusan postur," tuturnya.

Pria yang akrab disapa Emil itu pun menyarankan agar pengurus klub mulai memberikan materi sport science dalam pendidikan usia dini.

Menurut dia, kajian ilmiah dunia olahraga sangat penting selain latihan teknik dan fisik.

"(Di La Masia) setelah dibedah memang di sekolahnya ada sport science, ilmu olahraga ilmiah. Ini harus dipelajari juga," kata dia.

Emil bercerita, dia sempat berkunjung ke salah satu daerah dataran tinggi di China sewaktu masih menjadi arsitek.

Di sana, dia mendapati banyak atlet yang dilatih di dataran tinggi dengan kadar oksigen rendah.

"Atlet olimpiadenya dilatih di situ, mereka dilatih harus hebat di oksigen sedikit. Betul China mendominasi olahraga di mana-dimana. Ini contoh ilmu keolahragaan dipakai," katanya.(Bolasport)

Editor: Restudia
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved