Berita Hulu Sungai Selatan

Satu Ruang Kelas di SMKN 1 Dasel Ambruk

Satu ruang kelas SMKN 1 Daha Selatan yang berada di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ambruk, Jumat, (14/12) siang.

Satu Ruang Kelas di SMKN 1 Dasel Ambruk
kiriman warga
ruang kelas yang ambruk 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Satu ruang kelas SMKN 1 Daha Selatan yang berada di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ambruk, Jumat, (14/12) siang.

Ruangan kelas yang masih digunakan untuk proses belajar mengajar di SMKN 1 Daha Selatan ini runtuh sekitar pukul 13.00 WITA.

Beruntung saat ambruknya ruang kelas tidak ada proses belajar mengajar karena para siswanya sudah pulang ke rumah masing-masing.

Kepala SMKN 1 Daha Selatan Mulkan membenarkan dengan adanya satu ruang kelas di sekolahnya yang ambruk.

"Satu ruangan kelas tambahan yang ambruk. Kejadian sekitar pukul 13.00 WITA. Kita sudah melihat ke sekolah untuk memastikan ruangan yang ambruk," katanya, Jumat, (14/12).

Baca: Opick Dikabarkan Akan Menikah Lagi dengan Bebi Silvana, Foto Pertemuan Keluarga Beredar

Baca: Tahun Baru 2019: Tradisi Unik Malam Tahun Baru di Seluruh Dunia, Ada Lempar Barang ke Pintu

Baca: Daftar 9 Istri Ir Soekarno - Inilah Wanita yang Menemani Presiden RI Soekarno Hingga Akhir Hayat

Baca: Batal Nikah, Begini Uniknya Cara Denny Sumargo Saat Umumkan Sosok Dita Soedarjo Sebagai Tunangan

Dijelaskannya bahwa ruangan yang ambruk itu masih aktif digunakan untuk proses belajar mengajar para siswa kelas XI jurusan teknik permesinan II dengan jumlah siswa 32 orang.

"Pagi tadi ruangan masih digunakan untuk proses belajar mengajar. Beruntung saat peristiwa ambruknya ruangan kelas itu, para siswa sudah pulang," lanjutnya.

Satu ruangan kelas tambahan itu disebutkannya merupakan bangunan sekitar sembilan tahun lalu bantuan pembangunan dari provinsi Kalsel.

Bangunan yang ambruk itu merupakan bangunan permanen dengan bangunan dan pondasi dari semen.

Saat pembangunan ruang kelas tambahan itu, Mulkan mengatakan belum menjabat sebagai Kepala Sekolah di sekolah itu.

"Kondisi lahan memang rawa. Saat kemarau lahan kering dan saat penghujan kondisi tanah berair. Kemungkinan tiang pondasi dari semen sudah keropos sehingga membuat ambruk bangunan," jelasnya.

Diperkirakannya kerugian ambruknya ruang kelas itu mencapai Rp 200 juta.

Pihaknya juga sudah melapor ke dinas pendidikan provinsi Kalsel.

Terkait proses belajar mengajar para siswa kelas XI Teknik Permesinan II pihaknya akan mencari alternatif menggunakan ruangan lainnya yang masih bisa digunakan untuk belajar mengajar.

"Kemungkinan kita akan memanfaatkan gudang untuk ruangan yang bisa digunakan belajar mengajar. Sambil menunggu bantuan perbaikan ruang kelas yang ambruk," tambahnya

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved