Berita Tanahlaut

Warga Kintap Heran Gas Elpiji Bersubsidi Rp 37 Ribu dan Langka di Pangkalan

Warga Kecamatan Kintap merasa heran elpiji tabung tiga kilogram bersubsidi untuk masyarakat miskin langka di pangkalan dan mahal di pengecer.

Warga Kintap Heran Gas Elpiji Bersubsidi Rp 37 Ribu dan Langka di Pangkalan
Banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Warga Desa Ambungan menyerbu operasi pasar elpiji di halaman Kantor Desa Ambungan, Jalan Nasional, Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kamis (13/9/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut merasa heran elpiji tabung tiga kilogram bersubsidi untuk masyarakat miskin langka di pangkalan dan mahal di pengecer.

Reza Alfianoor, warga Kintap mengaku sudah satu pekan ini tidak mendapat gas elpiji tiga kilogram di wilayah Kecamatan Kintap.

Selama tidak dapat gas bersubsidi, ia menggunakan cadangan kompor minyak tanah yang sempat disimpannya, jika sewaktu-waktu gas elpiji langka.

"Kami mengeluh masalah gas elpiji tiga kilogram yang harga jual diatas harga eceran tertinggi. Harga paling rendah Rp 37 ribu," katanya.

Menurutnya, gas tabung melon itu selalu habis dan tidak kebagian membeli di pangkalan karena diduga ada aksi borong kalangan warga yang berduit.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 17 di RCTI, MNC TV Malam Ini, Liverpool vs MU Besok Malam

Baca: Live Score Hasil Vietnam vs Malaysia di Final Piala AFF 2018 Leg 2 Live INews TV

Baca: Maia Estianty Akhirnya Ungkap Umur Kehamilannya Usai Dinikahi Irwan Mussry

Baca: Setelah Dapat Nyinyiran dari Hotman Paris, Hilda Vitria Pamerkan Hal ini

"Padahal gas melon itu sepengetahuannya untuk kalangan miskin saja. Ini orang sugih dilayani," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (15/12/2018).

Menurutnya di tingkat pangkalan, harga jual gas elpiji tiga kilogram seharga Rp 22 ribu. Tapi oknum pembeli dari warung eceran yang memborong dan menguasai gas melon bersubsidi di pangkalan.

"Kami sebagai orang kecil susah mendapatkan gas elpiji tiga kilogram di pangkalan. Terpaksa membeli di warung eceran seharga Rp 37 ribu," katanya.

Kapolsek Kintap, AKP Teguh Siswoyo dikonformasi reporter Banjarmasinpost.co.id, terkait keluhan warga soal harga jual elpiji tiga kilogram di Kecamatan Kintap, berjanji akan melakukan upaya koordinasi.

"Ok, nanti akan dikoordinasikan dengan pangkalan, agen dan pertamina," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved